Identitas Mayat Mengapung di Sungai Musi Terungkap: Tato Mawar Jadi Petunjuk
Identitas Mayat Mengapung di Sungai Musi Terungkap: Tato Mawar Jadi Petunjuk--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Misteri penemuan mayat laki-laki tanpa busana yang mengapung di aliran Sungai Musi, tepatnya di Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, akhirnya menemui titik terang. Korban berhasil diidentifikasi sebagai Syahwan, pria berusia 28 tahun asal Kota Bandar Lampung.
Identitas Syahwan diketahui setelah pihak Polres Musi Rawas melakukan proses identifikasi melalui sidik jari korban. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta melalui Kasat Reskrim Iptu Riyan Tiantoro Putra, yang didampingi oleh Kanit Pidum Ipda Novra Robialda.
BACA JUGA:Pembahasan Lengkap dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 42 Kurikulum Merdeka
“Identitasnya kami ketahui melalui identifikasi sidik jari. Korban adalah warga Kota Bandar Lampung,” ujar Ipda Novra dalam keterangannya pada Sabtu, 26 April 2025.
Syahwan diketahui lahir pada 15 Desember 1996 dan berdomisili di Jalan ST Slamet 88 A RT.006, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung.
Setelah identitas korban terkonfirmasi, pihak Polres Musi Rawas segera berkoordinasi dengan Polresta Bandar Lampung. Kanit Pidum Polresta Bandar Lampung berhasil menghubungi kakak kandung korban, yang membenarkan bahwa adiknya memang berangkat ke wilayah Musi Rawas sejak tahun lalu.
“Dari hasil komunikasi, kakaknya mengakui bahwa korban sempat pergi ke Musi Rawas untuk bekerja, dan sejak itu tidak ada kabar lagi,” tambah Ipda Novra.
BACA JUGA:Inilah Kunci Jawaban Uji Capaian Pembelajaran PAI Kelas 6 SD Halaman 117 Kurikulum Merdeka
BACA JUGA:6 Pemain dari Tim Degradasi Jadi Rebutan di Liga Inggris Musim Depan
Keluarga juga memastikan bahwa jenazah yang ditemukan adalah benar kerabat mereka setelah mencocokkan sejumlah ciri, termasuk tato berbentuk bunga mawar di tangan kiri korban. Mereka pun langsung berangkat menuju Lubuk Linggau untuk memastikan kondisi jenazah di RSUD Siti Aisyah. “Saat kami hubungi, mereka menjelaskan posisi mereka sudah di wilayah Kikim, Kabupaten Lahat,” lanjutnya.
Penemuan jenazah ini terjadi pada Kamis malam, 24 April 2025, dan sempat menggemparkan warga sekitar. Jenazah ditemukan dalam kondisi tanpa busana, mulai membusuk, dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Menurut perkiraan, korban sudah meninggal dunia lebih dari dua hari sebelum ditemukan.
Kapolsek Muara Kelingi Iptu Suhendra turut menyampaikan keterangan mengenai kondisi korban. Ia menyebutkan, selain tato mawar, terdapat luka sayatan di bawah ketiak korban yang masih mengeluarkan darah, mengindikasikan adanya kemungkinan kekerasan sebelum korban meninggal dunia.
“Jenis kelamin laki-laki, tanpa busana, kondisi tubuh membengkak, dan ada luka sayatan yang masih mengeluarkan darah di bawah ketiaknya,” jelas Iptu Suhendra.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah korban tewas karena hanyut atau menjadi korban tindak kekerasan.
Kapolres Musi Rawas menyatakan bahwa pihaknya akan terus menggali informasi dan menelusuri latar belakang korban serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Penyelidikan akan terus kami lakukan secara menyeluruh. Semua kemungkinan masih terbuka,” tutup Iptu Riyan.
Kabar ini menambah deretan kasus penemuan mayat misterius di wilayah aliran Sungai Musi yang kerap menjadi jalur aktivitas warga, namun juga menyimpan potensi risiko tinggi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor ke pihak berwenang apabila menemukan hal-hal mencurigakan di sekitar lingkungan mereka.
Sumber: