Aktivitas Lumpuh, Jalan Rusak Parah Isolir Dua Desa di Musi Rawas

Aktivitas Lumpuh, Jalan Rusak Parah Isolir Dua Desa di Musi Rawas

Aktivitas Lumpuh, Jalan Rusak Parah Isolir Dua Desa di Musi Rawas--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Warga Desa Sindang Laya dan Desa Mukti Karya, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, kini hidup dalam kondisi terisolir akibat kerusakan parah akses jalan utama menuju desa mereka. Kondisi tersebut telah berlangsung hampir satu bulan terakhir tanpa penanganan serius.

BACA JUGA:Lengkap! Daftar Tarif Listrik Rumah Tangga 5–11 Januari 2026

BACA JUGA:Resmi, Dua Mata Pelajaran TKA SD dan SMP 2026

Jalan yang menjadi satu-satunya akses penghubung ke dua desa itu masih berupa tanah merah. Tingginya curah hujan menyebabkan permukaan jalan berubah menjadi lumpur licin dan berlubang, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Akibatnya, aktivitas masyarakat nyaris lumpuh total.

Kepala Desa Sindang Laya, Tarius Tamrin, mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang rusak parah sangat menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama untuk menjual hasil kebun dan memenuhi kebutuhan pokok.

“Sekarang jalan benar-benar tidak bisa dilewati. Sudah hampir sebulan ini hancur total. Untuk menjual hasil kebun saja kami sangat kesulitan,” ujar Tarius, Selasa (6/1/2026).

BACA JUGA:Simak! Perkiraan Jadwal Cair THR PNS 2026 dan Siapa Saja Penerimanya

BACA JUGA:Jadi Jalur Perlintasan, Lubuk Linggau Desak Larangan Truk Batu Bara

Ia menjelaskan, status jalan tersebut berada di kawasan hutan yang dikelola oleh PT Musi Hutan Persada (MHP). Karena status itulah, pemerintah daerah tidak dapat menganggarkan perbaikan jalan menggunakan dana APBD.

“Sebagai pemerintah desa, kami hanya bisa berharap kepada PT MHP. Kami sudah beberapa kali mengajukan proposal perbaikan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Paling hanya digusur sebentar, setelah itu malah makin rusak,” keluhnya.

Menurut Tarius, jalan tersebut tidak hanya dimanfaatkan masyarakat, tetapi juga menjadi jalur utama operasional kendaraan perusahaan. Oleh sebab itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Musi Rawas bersikap tegas dan memanggil pihak perusahaan agar segera bertanggung jawab melakukan perbaikan jalan secara permanen.

BACA JUGA:Pemuda Lubuk Linggau Terancam Hukuman Berat Usai Ditangkap Edarkan Ekstasi

BACA JUGA:Dukung Program Aksi Kemenimipas, Lapas Narkotika Muara Beliti Manfaatkan Lahan untuk Budidaya Melon Belanda

Keluhan serupa juga disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mukti Karya, Edi Sabran. Ia menyebutkan, warga desanya kini benar-benar terisolir dan kesulitan mendapatkan pasokan kebutuhan pokok.

Sumber:

Berita Terkait