Ramadhan Tak Hentikan Program Makan Bergizi Gratis, BGN Fokus 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Ramadhan Tak Hentikan Program Makan Bergizi Gratis, BGN Fokus 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Ramadhan Tak Hentikan Program Makan Bergizi Gratis, BGN Fokus 1.000 Hari Pertama Kehidupan--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan. Program ini secara khusus menyasar kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta anak di bawah usia lima tahun (balita), sebagai upaya menekan angka stunting di Indonesia.

BACA JUGA:Coffee Morning Rutin Jadi Wadah Evaluasi dan Penguatan Soliditas Pegawai Lapas Narkotika Muara Beliti

BACA JUGA:Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Komitmen Bebas Narkoba, Gelar Tes Urine Pegawai

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan hal tersebut saat melakukan peninjauan pelaksanaan MBG di SDN 01 Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/1/2026). Menurutnya, meskipun Ramadhan identik dengan perubahan pola makan, pemenuhan gizi bagi kelompok sasaran tetap harus menjadi prioritas.

“Program Makan Bergizi Gratis ini bertujuan utama menekan stunting. Karena itu, selain menyasar siswa sekolah, program ini juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,” ujar Dadan.

BACA JUGA:Resmi Berlaku 2026, Surat Tanah Girik dan Letter C Diganti SHM, Ini Rincian Biayanya

BACA JUGA:Usai Mediasi Dinkes, Silvia Pasmasari Kembali Bertugas di Puskesmas Sidorejo Lubuklinggau

Ia menegaskan bahwa mulai tahun 2026, BGN akan semakin memfokuskan program MBG pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, yang merupakan masa emas (golden period) pertumbuhan anak.

“Di 2026 ini kita akan utamakan 1.000 hari pertama kehidupan. Oleh sebab itu, di hari libur dan selama Ramadhan, program MBG tetap berjalan karena target utama kita adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Masa emas ini sangat singkat dan krusial karena di sinilah stunting dicegah dan perkembangan otak anak ditentukan,” jelasnya.

BACA JUGA:Tega Setubuhi Anak Kandung Berulang Kali, Ayah di Musi Rawas Akhirnya Ditangkap Polisi

BACA JUGA:Tak Semua Bisa Melapor, Ini Pihak yang Berhak Laporkan Kumpul Kebo Menurut KUHP 2026

Dadan menambahkan, pemenuhan gizi bahkan harus dimulai sejak anak masih dalam kandungan. Oleh karena itu, BGN berkomitmen memastikan tidak ada ibu hamil dan balita yang terlewatkan dalam penerimaan manfaat MBG sepanjang tahun.

Langkah ini diharapkan mampu mendukung target pemerintah dalam menekan angka stunting nasional serendah mungkin, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan.

BACA JUGA:Ojol Dapat Diskon 50 Persen Iuran BPJS Ketenagakerjaan, Pekerja Informal Lain Menyusul April

Sumber:

Berita Terkait