Mau Cuan? Ini Perbandingan Investasi Emas dan Saham

Mau Cuan? Ini Perbandingan Investasi Emas dan Saham

Mau Cuan? Ini Perbandingan Investasi Emas dan Saham--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, keputusan dalam memilih instrumen investasi perlu dipertimbangkan secara matang. Dua instrumen yang paling sering dibandingkan, terutama oleh investor pemula, adalah emas dan saham. Keduanya memiliki karakteristik, tingkat risiko, serta potensi keuntungan yang berbeda.

Meski sering dianggap saling bersaing, para perencana keuangan justru menilai emas dan saham bukan untuk dipertentangkan, melainkan saling melengkapi dalam strategi investasi.

BACA JUGA:Sumsel Optimistis Capai 25 Juta Wisatawan 2026, Ini 3 Jenis Wisata yang Dikembangkan

BACA JUGA:Hati-hati! SIM Bisa Dicabut Jika Lakukan Pelanggaran Ini

Emas dan Saham Bukan Lawan, Tapi Pelengkap

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE), Mike Rini Sutikno, menegaskan bahwa tujuan utama investasi adalah meminimalkan risiko dengan tetap membuka peluang keuntungan. Salah satu caranya adalah melalui diversifikasi.

“Berarti dalam susunan investasi kita mesti mengalokasikan ke dalam aset investasi yang berbeda. Emas dan saham memiliki karakteristik yang beda, risikonya juga beda,” ujar Mike kepada CNNIndonesia.com, Jumat (9/1).

Menurutnya, karena perbedaan karakteristik dan fluktuasi harga, emas dan saham bersifat complimentary atau saling melengkapi. Keduanya sama-sama berpotensi memberikan keuntungan jika dikelola dengan tepat.

Senada dengan itu, Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Dandy, menyebut bahwa dalam kondisi ekonomi saat ini, baik emas maupun saham sama-sama berpeluang memberikan cuan.

BACA JUGA:Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP Halaman 91 Kurikulum Merdeka: Materi Fakta dan Opini

BACA JUGA:PLN UP3 Lubuklinggau Sukses Jaga Keandalan Listrik Selama Perayaan Natal dan Tahun Baru

Emas: Stabil dan Cocok untuk Pemula

Dandy menjelaskan bahwa keunggulan utama emas adalah sifatnya yang stabil dan dipercaya sebagai safe haven. Oleh karena itu, emas lebih cocok bagi investor pemula atau mereka yang memiliki profil risiko konservatif.

“Kalau sedang banyak krisis atau kondisi ekonomi tidak menentu, biasanya emas akan naik karena banyak orang menarik uangnya untuk dimasukkan ke emas yang cenderung mengikuti inflasi,” jelasnya.

Sumber: