Rencana MBG Lansia Perlu Kehati-hatian, Risiko Kesehatan hingga Distribusi Disoroti
Rencana MBG Lansia Perlu Kehati-hatian, Risiko Kesehatan hingga Distribusi Disoroti--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Rencana pemerintah untuk memberikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia mulai 2026 menuai beragam tanggapan dari masyarakat dan kalangan ahli. Program ini dinilai perlu disiapkan secara sangat hati-hati, mengingat kebutuhan gizi dan kondisi kesehatan lansia jauh lebih kompleks dibanding kelompok penerima MBG lainnya.
BACA JUGA:Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Remaja Binaan IPWL Lubuklinggau Mengalami Trauma
BACA JUGA:Lapas Narkotika Muara Beliti Ikuti Zoom Koordinasi Persiapan Panen Raya Serentak
Pendiri lembaga kajian Center for Indonesia Strategic Development Initiatives (CISDI), Diah Satyani Saminarsih, menegaskan bahwa tanpa petunjuk teknis (juknis) yang rinci dan tepat, MBG lansia justru berpotensi meningkatkan kerentanan kesehatan.
“Risikonya bukan hanya keracunan makanan, tetapi juga memperburuk kondisi penyakit tidak menular yang banyak diderita lansia. Gejala pada lansia sering tidak langsung terlihat, sehingga dampaknya bisa lebih serius,” ujar Diah, Kamis (8/1/2026).
BACA JUGA:Penyegaran Struktur Organisasi, Lapas Narkotika Muara Beliti Gelar Pisah Sambut
BACA JUGA:Hari Pertama Kerja, Janda Muda Nyaris Jadi Korban Pelecehan Majikan
Hal senada disampaikan Associate Professor Monash University Indonesia bidang Kesehatan Publik, Grace Wangge. Menurutnya, program MBG lansia tidak bisa diseragamkan seperti MBG untuk pelajar.
“Lansia memiliki kondisi kesehatan, kebiasaan makan, dan fungsi tubuh yang sangat beragam. Aspek tekstur, rasa, kandungan gizi, kebersihan makanan, hingga peran caregiver dan sistem monitoring harus benar-benar diperhatikan,” jelas Grace.
BACA JUGA:Tak Lekang Waktu, Ini Harga Terbaru iPhone 13 dan iPhone 14 di Awal 2026
Suara Lansia: Lebih Pilih Uang atau Beras
Di lapangan, sebagian lansia justru menyarankan agar bantuan MBG diganti dengan bentuk lain. Saidi Hadi Sumitro (77), pedagang kecil di Pasar Peterongan, Semarang, mengaku khawatir tidak cocok dengan menu MBG yang disediakan.
“Saya punya pantangan makanan. Lebih aman kalau masak sendiri. Kalau bisa, lebih baik diganti uang atau beras, bisa kita manfaatkan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Sumber: