Pola Makan Mediterania Disebut Ampuh Tekan Risiko Stroke pada Perempuan

Pola Makan Mediterania Disebut Ampuh Tekan Risiko Stroke pada Perempuan

--foto: ist

SILAMPARITV.CO.ID - Risiko stroke pada perempuan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah memasuki masa menupause. Kondisi ini menjadikan stroke sebagai salah satu penyebab kematian tetinggi pada perempuan. Di Amerika Serikat, tercatat sektar satu dari lima perempuan berusia 55 hingga 75 tahun berpotensi mengalami stroke.

Kabar baiknya, penelitian jangka panjang terbaru menunjukkan bahwa perubahan pola makan dapat memberikan perlindungan signifikan. Studi yang dimuat dalam jurnal Neurology Open Access milik American Academy of Neurology mengungkap bahwa diet Mediterania berkaitan erat dengan penurunan risiko stroke pada perempuan.

BACA JUGA:Gaya Hidup Viral di Media Sosial dan Tekanan Tak Terlihat bagi Generasi Muda

BACA JUGA:Silampari Fun Run 2026 Sukses Digelar Peringati Hari Jadi Linggau Pos Ke-25

Mengenal Diet Mediterania

Diet Mediterania dikenal sebagai pola makan yang menitikberatkan pada bahan pangan alami dan minim proses. Pola ini mendorong konsumsi tinggi sayur dan buah, kacang-kacangan, serta biji-bijian. Minyak zaitun digunakan sebagai sumber lemak utama, sementara ikan menjadi pilihan protein hewani utama. Sebaliknya, konsumsi daging merah dan produk susu dibatasi, dan alkohol dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Kandungan serat, antioksidan, serta lemak sehat dalam diet ini diyakini berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung.

BACA JUGA:Peringati Hari Pers Nasional, Pemkot Lubuk Linggau Gelar Coffee Morning dan Dialog Bersama Insan Pers

BACA JUGA:Warga Lubuklinggau Temukan Pria Paruh Baya Meninggal di Rumah Kontrakan

Hasil Studi Jangka Panjang

Penelitian ini melibatkan lebih dari 105.000 perempuan yang tergabung dalam California Teachers Study sejak tahun 1995. Para partisipan, yang berprofesi sebagai guru dan staf sekolah, berusia antara 38 hingga 67 tahun saat penelitian dimulai.

Pada tahap awal, peserta diminta mengisi kuesioner rinci mengenai kebiasaan makan mereka selama satu tahun terakhir. Kepatuhan terhadap diet Mediterania kemudian dinilai menggunakan sistem skor maksimal sembilan poin.

BACA JUGA:BPJS Kesehatan PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Begini Prosedur Reaktivasi Mandiri yang Praktis dan Cepat Aktif

BACA JUGA:Kalapas Narkotika Muara Beliti Beri Penguatan Tugas dan Motivasi Pegawai Saat Apel Pagi

Sumber: