Di Balik Budaya Scroll, Survei Ungkap Gen Z Jadi Generasi Paling Gemar Membaca

 Di Balik Budaya Scroll, Survei Ungkap Gen Z Jadi Generasi Paling Gemar Membaca

Di Balik Budaya Scroll, Survei Ungkap Gen Z Jadi Generasi Paling Gemar Membaca--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Generasi Z kerap dilekatkan dengan citra paling aktif di media sosial dan akrab dengan budaya scroll cepat. Namun sejumlah survei justru menunjukkan fakta berbeda: minat baca mereka tergolong paling tinggi dibandingkan generasi lain.

Survei yang dirilis Jakpat mencatat tingkat minat membaca Gen Z mencapai 26 persen. Angka ini melampaui milenial yang berada di angka 20 persen dan Gen X sebesar 18 persen. Temuan tersebut berseberangan dengan kekhawatiran publik soal menurunnya daya fokus akibat paparan konten berdurasi singkat.

BACA JUGA:Nussa Hadirkan Kisah “Hujan” untuk Ramaikan Ramadhan 2026, Lengkapi dengan Aktivitas Interaktif Keluarga

BACA JUGA:Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026, Simak Daftar Lengkapnya

Data lain dari Snapcart pada Oktober 2024 turut memperkuat tren tersebut. Sebanyak 88 persen responden mengaku memiliki minat membaca, sementara 42 persen di antaranya menyatakan membaca setiap hari.

Tren positif juga tercermin dalam Indeks Tingkat Gemar Membaca (TGM) periode 2020–2024 yang meningkat 4,17 persen, dari 55,74 pada 2020 menjadi 72,44 pada 2024. Meski masih berada dalam kategori “sedang”, kenaikan ini menunjukkan kebiasaan membaca belum sepenuhnya tergeser oleh arus digitalisasi.

BACA JUGA:Meski Ramadhan, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Pastikan Layanan Kunjungan Tetap Optimal

BACA JUGA:Pererat Silaturahmi dan Sinergi, KPLP dan Kamtib Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti Gelar Buka Bersama

Tantangan Rentang Perhatian

Di tengah kabar baik tersebut, tantangan lain muncul terkait rentang perhatian atau attention span yang kian memendek. Penelitian yang dilakukan Gloria Mark dari University of California pada 2004 menemukan rata-rata rentang perhatian seseorang saat bekerja di depan layar komputer hanya sekitar 2,5 menit atau 150 detik sebelum terdistraksi.

Temuan itu kemudian dipaparkan lebih lanjut dalam bukunya, Find Focus, Fight Distraction, yang membahas perubahan pola atensi manusia di era digital. Dalam berbagai pengukuran lanjutan, rentang perhatian tersebut bahkan disebut terus menyusut hingga mendekati kurang dari satu menit.

Kondisi ini membuat membaca buku menjadi tantangan tersendiri. Di tengah kebiasaan menerima informasi dalam potongan 15–30 detik, membaca menuntut fokus, kesabaran, dan durasi yang lebih panjang.

BACA JUGA:Warga Desa Petunang Musi Rawas Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Penganiayaan Oknum Keamanan PT Evans Lestari

BACA JUGA:Terlibat 11 TKP, Spesialis Curanmor di Lubuklinggau Dibekuk Usai Gasak Motor Anggota Polisi

Sumber: