Perempuan Haid Dianjurkan Hadir di Lapangan Salat Id, Ini Penjelasannya
Perempuan Haid Dianjurkan Hadir di Lapangan Salat Id, Ini Penjelasannya--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Perayaan Idul Fitri merupakan momentum besar yang penuh kebahagiaan dan keberkahan bagi umat Islam di seluruh dunia. Hari kemenangan ini tidak hanya dimaknai sebagai akhir dari ibadah puasa, tetapi juga sebagai ajang mempererat kebersamaan dan silaturahmi antar sesama.
BACA JUGA:Nyata untuk Negeri, Lapas Narkotika Muara Beliti Berikan Bantuan Sumur Bor bagi Masyarakat
BACA JUGA:Tingkatkan Kepedulian Sosial, Lapas Narkotika Muara Beliti Salurkan Bantuan Sembako
Dalam ajaran Islam, kehadiran umat Muslim di lapangan atau tempat pelaksanaan salat Id sangat dianjurkan. Menariknya, anjuran ini tidak hanya berlaku bagi mereka yang dapat melaksanakan salat, tetapi juga bagi perempuan yang sedang haid.
BACA JUGA:Libur Lebaran 2026, Mandalika Tawarkan Sensasi Balap hingga Sunset Ikonik
BACA JUGA:Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada 20 Maret 2026, Ini Lokasi Shalat di Sumsel
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ummu 'Athiyyah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar seluruh perempuan, termasuk yang sedang haid, tetap keluar menuju tempat pelaksanaan salat Id. Mereka diminta untuk ikut menyaksikan suasana hari raya serta mendengarkan khutbah yang disampaikan.
BACA JUGA:Idul Fitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026, Hilal Belum Penuhi Kriteria MABIMS
BACA JUGA:Cara Membuat Ketupat Cepat Matang dan Tidak Mudah Basi untuk Hari Raya Idul Fitri
Meski demikian, perempuan yang sedang haid tetap tidak diperkenankan mengikuti salat dan harus berada di luar area saf. Tujuannya adalah agar tetap menjaga ketentuan syariat, namun tetap mendapatkan nilai kebaikan dari momen tersebut.
BACA JUGA:Resep Sambal Bajak Khas Jawa, Pelengkap Lauk Hari Raya Idul Fitri yang Bikin Ketagihan
BACA JUGA:Sinopsis Danur: The Last Chapter, Akhir Perjalanan Risa yang Penuh Teror dan Emosi
Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa para wanita, baik gadis remaja, perempuan yang dipingit, maupun yang sedang haid, dianjurkan hadir agar dapat merasakan kebersamaan umat Islam serta mendengarkan nasihat dan doa bersama.
BACA JUGA:3 Resep Sambal Goreng Kentang Lezat untuk Temani Ketupat di Hari Raya Idul Fitri
BACA JUGA:Tips Aman Konsumsi Makanan Bersantan Saat Hari Raya Idul Fitri Agar Tetap Sehat dan Nyaman
Bahkan, Rasulullah SAW juga memberikan solusi bagi mereka yang tidak memiliki pakaian yang layak untuk keluar rumah, yakni dengan meminjam dari saudara atau kerabatnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kehadiran seluruh lapisan masyarakat dalam meramaikan hari raya.
BACA JUGA:Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Kayuagung–Palembang Capai 18.500 Kendaraan, Terjadi Lebih Awal
Ulama juga menjelaskan bahwa kehadiran perempuan haid di sekitar tempat salat Id bukan tanpa tujuan. Mereka tetap bisa mendapatkan pahala melalui niat baik, mendengarkan dakwah, serta merasakan atmosfer kebersamaan umat Islam di hari yang penuh kemenangan.
BACA JUGA:Ingin Tidur Nyenyak Saat Mudik ? Berikut Tips Pakai Bantal Leher Yang Benar !
BACA JUGA:Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Lapas Narkotika Muara Beliti Bersama APH Gelar Simulasi Idul Fitri
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan inklusivitas. Semua umat, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan untuk merasakan kebahagiaan di hari raya, meskipun dengan peran dan cara yang berbeda.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa Idul Fitri bukan sekadar ritual ibadah, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah, memperluas kebaikan, dan menebar kebahagiaan kepada sesama.
BACA JUGA:Aksi Begal dan Penodongan Gegerkan Binduriang, Korban Luka Serius Dievakuasi Warga
BACA JUGA:8 Cara Menyimpan Kue Kering Lebaran Agar Tetap Renyah dan Tidak Cepat Basi
Sumber: