Panitia SNPMB Tegaskan Isu Kuota SNBT 2026 Penuh di Hari Pertama Tidak Benar
Panitia SNPMB Tegaskan Isu Kuota SNBT 2026 Penuh di Hari Pertama Tidak Benar--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Isu mengenai kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 yang disebut-sebut cepat penuh pada hari pertama pendaftaran ramai diperbincangkan di media sosial. Kabar tersebut menimbulkan keresahan di kalangan calon peserta dan orang tua, yang khawatir kehilangan kesempatan mengikuti ujian.
Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh pendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), yang hasil seleksinya diumumkan pada Selasa (31/3/2026). Banyak yang cemas tidak bisa mendaftar SNBT jika tidak lolos jalur SNBP.
BACA JUGA:Indonesia vs Bulgaria: Satu Penalti Hentikan Langkah Garuda di Final
BACA JUGA:Isu Kenaikan BBM Non-Subsidi per 1 April 2026, Menteri ESDM Tegaskan Harga Ikuti Mekanisme Pasar
Namun, pihak SNPMB memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Ketua Tim Penanggungjawab SNPMB, Eduart Wolok, secara tegas membantah kabar bahwa kuota di kota-kota pelaksanaan UTBK telah penuh sejak hari pertama.
“Mana ada kotanya sudah full di hari pertama? Enggak ada,” tegasnya.
BACA JUGA:Judul: Film “Na Willa” Hadirkan Nostalgia Masa Kecil yang Hangat dan Sarat Makna Kehidupan
Sistem Fleksibel, Sesi Bisa Ditambah
Eduart menjelaskan bahwa sistem yang disiapkan panitia bersifat fleksibel dan mampu mengakomodasi lonjakan jumlah peserta. Jika terjadi kepadatan di suatu wilayah, panitia dapat menambah sesi ujian.
“Kalau full, kami akan mempersiapkan untuk bisa saja menambah sesi di kota yang memang banyak begitu,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, peserta tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan kuota di lokasi tertentu.
BACA JUGA:Perkuat Integritas, Lapas Narkotika Muara Beliti Ikuti Sosialisasi Zona Integritas Secara Virtual
BACA JUGA:Detik-detik Mobil TVRI Masuk Jurang di Musi Rawas, 9 Penumpang Selamat
Soal Lokasi Ujian, Peserta Diminta Siap
Selain isu kuota, kekhawatiran lain muncul terkait pemilihan lokasi ujian, terutama bagi peserta yang ingin mengikuti tes di luar kota.
Eduart menyebut kondisi tersebut bukan hal baru dan sudah menjadi bagian dari proses seleksi. Peserta yang memilih lokasi di luar domisilinya diminta untuk mempersiapkan diri dengan baik, termasuk dari segi perjalanan dan akomodasi.
“Kalau memilih di kota tempat tinggal relatif aman. Tapi kalau di luar kota, tentu harus ada penyesuaian,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa lokasi pasti ujian, termasuk kampus tempat pelaksanaan UTBK, baru akan diumumkan mendekati hari pelaksanaan, sekitar H-10. Peserta juga tidak dapat memilih sesi ujian karena telah ditentukan oleh sistem.
BACA JUGA:Jangan Berlebihan! Tren Konsumsi Serat Tinggi Bisa Picu Gangguan Pencernaan
BACA JUGA:Polres Kepahiang Gelar Rekonstruksi, 14 Adegan Ungkap Detik-detik Kematian Gita
Sistem Dijaga Adil dan Transparan
Panitia SNPMB menegaskan bahwa seluruh mekanisme pendaftaran dan pelaksanaan SNBT dirancang untuk mendukung peserta sekaligus menjaga prinsip keadilan.
“Sistem yang kita siapkan benar-benar untuk membantu calon peserta dan tetap menjaga fairness dalam proses seleksi,” kata Eduart.
Ia menambahkan, tujuan utama sistem bukan untuk membatasi peserta, melainkan memastikan proses seleksi berjalan secara transparan dan merata bagi seluruh calon mahasiswa di Indonesia.
Dengan klarifikasi ini, peserta diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi ujian SNBT 2026.
BACA JUGA:Selat Hormuz Memanas, Sejumlah Negara Diberi Akses Iran, Bagaimana Nasib Kapal Indonesia?
BACA JUGA:Usai Lebaran, Kasus Radang Tenggorokan dan Flu Meningkat, Netizen Ramai Keluhkan
Sumber: