Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid Melonjak di Awal 2026, Diwarnai Isu Kenaikan Harga BBM
Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid Melonjak di Awal 2026, Diwarnai Isu Kenaikan Harga BBM--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif pada awal tahun 2026. Di tengah mencuatnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah, minat masyarakat terhadap mobil listrik dan hybrid justru semakin meningkat.
Data penjualan menunjukkan distribusi mobil listrik berbasis baterai (BEV) mengalami kenaikan dari 10.236 unit pada Januari menjadi 12.272 unit pada Februari 2026. Peningkatan ini menandakan adanya pergeseran preferensi konsumen terhadap kendaraan yang lebih efisien dan minim emisi.
BACA JUGA:Taylor Swift Luncurkan Single “Elizabeth Taylor”, Hadirkan Video Tribut Penuh Arsip Legendaris
BACA JUGA:Stok BBM Lubuklinggau Tetap Aman Pasca Lebaran 2026, Pertamina Imbau Warga Tak Panic Buying
Tidak hanya mobil listrik murni, segmen kendaraan hybrid juga mencatat pertumbuhan serupa. Penyaluran dari pabrik ke dealer untuk mobil hybrid naik dari 4.195 unit pada Januari menjadi 5.798 unit di Februari. Sementara itu, mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) turut meningkat dari 502 unit menjadi 651 unit pada periode yang sama.
BACA JUGA:Mulai 1 April 2026, Pembelian BBM Subsidi Wajib Barcode MyPertamina dan Dibatasi
BACA JUGA:Diduga Hendak Cabuli, Remaja di Lubuklinggau Ditangkap
Jika dibandingkan dengan periode Januari–Februari tahun sebelumnya, lonjakan penjualan kendaraan elektrifikasi tahun ini tergolong signifikan. Mobil listrik mencatat pertumbuhan hingga 189,2 persen menjadi 22.508 unit. Sementara mobil hybrid naik 13,2 persen menjadi 9.993 unit, dan PHEV melonjak drastis hingga 3.393,9 persen dengan total 1.153 unit.
BACA JUGA:418 Siswa MAN 2 Lubuklinggau Sukses Ikuti Purnawiyata Angkatan XXIX & Wisuda Tahfidz Angkatan VIII
BACA JUGA:Undian Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Cabang Lubuklinggau Meriah Bertabur Hadiah
Pertumbuhan ini tidak lepas dari semakin beragamnya pilihan produk di pasar serta harga kendaraan elektrifikasi yang semakin kompetitif. Faktor lain yang turut mendorong adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi dan isu lingkungan.
Di sisi lain, pemerintah memberikan sinyal adanya potensi penyesuaian harga BBM menyusul kenaikan harga minyak dunia yang kini berada di kisaran US$115 per barel. Kebijakan tersebut masih dalam tahap pertimbangan.
BACA JUGA:Hati-hati Penipuan, BRI Imbau Masyarakat Waspada Kenali Modus Link Palsu
BACA JUGA:Perlintasan Tanpa Palang Makan Korban, Wali Kota Lubuklinggau Bertindak
Sumber: