Dugaan Korupsi Amsal Sitepu, Publik Pertanyakan Cara Pemerintah Menilai Proyek Kreatif

Dugaan Korupsi Amsal Sitepu, Publik Pertanyakan Cara Pemerintah Menilai Proyek Kreatif

Dugaan Korupsi Amsal Sitepu, Publik Pertanyakan Cara Pemerintah Menilai Proyek Kreatif--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Kasus dugaan korupsi yang melibatkan videografer Amsal Christy Sitepu terus menjadi sorotan publik. Alih-alih meredakan polemik, penjelasan dari pihak Kejaksaan Agung justru memicu diskusi luas di media sosial.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa perkara ini merupakan bagian dari kasus yang lebih besar terkait dugaan korupsi proyek jaringan komunikasi dan informatika desa di Kabupaten Karo untuk periode anggaran 2020–2023.

BACA JUGA:Polisi Klarifikasi Video Viral, Pengamanan Pria di Lubuklinggau Masih Didalami

Menurutnya, total kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai sekitar Rp1,8 miliar yang berasal dari sejumlah paket pengadaan berbeda. Sementara untuk perkara yang menyeret Amsal Sitepu secara khusus, nilai kerugian yang dituduhkan sekitar Rp202 juta dan kini telah memasuki tahap persidangan.

Anang menegaskan bahwa isu utama dalam kasus ini bukan terkait kemampuan atau kualitas kerja sang videografer, melainkan dugaan penggelembungan anggaran dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

BACA JUGA:Google Tolak Blokir Akun Anak di Bawah 16 Tahun, Soroti Risiko Hilangnya Akses Edukasi Digital

Salah satu contoh yang disoroti adalah pengadaan sewa drone yang dianggarkan selama 30 hari, namun berdasarkan hasil penyidikan hanya digunakan sekitar 12 hari, meskipun pembayaran dilakukan secara penuh. Selain itu, ditemukan pula indikasi penggandaan anggaran, termasuk biaya editing yang disebut tercantum lebih dari sekali dalam dokumen RAB.

Ia menambahkan, penyusunan anggaran tersebut diduga lebih banyak dilakukan oleh pihak rekanan, sementara aparatur desa tidak sepenuhnya memahami rincian teknis pekerjaan yang diajukan.

BACA JUGA:Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid Melonjak di Awal 2026, Diwarnai Isu Kenaikan Harga BBM

Reaksi Publik dan Perdebatan Industri Kreatif

Penjelasan tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan pemahaman aparat terhadap sistem kerja industri kreatif, khususnya produksi video yang umumnya berbasis hasil (output), bukan durasi kerja.

Perdebatan semakin meluas setelah sejumlah kreator konten dan influencer ikut memberikan pandangan, termasuk Ferry Irwandi.

BACA JUGA:Taylor Swift Luncurkan Single “Elizabeth Taylor”, Hadirkan Video Tribut Penuh Arsip Legendaris

Ferry Irwandi dikenal sebagai kreator konten edukatif yang sering membahas isu sosial, hukum, dan fenomena publik secara kritis dan mudah dipahami. Dalam kasus ini, ia membuat konten khusus yang menjelaskan duduk perkara dari sudut pandang industri kreatif, terutama terkait sistem kerja videografi yang umumnya berbasis hasil akhir (output), bukan hitungan hari kerja seperti proyek konvensional.

Sumber:

Berita Terkait