Biaya Konversi Motor Listrik Masih Mahal, Jadi Penghambat Minat Masyarakat

Biaya Konversi Motor Listrik Masih Mahal, Jadi Penghambat Minat Masyarakat

Biaya Konversi Motor Listrik Masih Mahal, Jadi Penghambat Minat Masyarakat--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Program konversi motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik terus didorong pemerintah sebagai bagian dari upaya transisi energi di sektor transportasi. Namun, tingginya biaya konversi masih menjadi tantangan utama dalam menarik minat masyarakat.

Training Analyst dan Technical Analyst di PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menyebut biaya konversi saat ini masih tergolong tinggi, yakni berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta per unit.

“Untuk masyarakat luas, angka ini masih cukup mahal, bahkan jika dibandingkan dengan harga motor bekas,” ujarnya.

BACA JUGA:Kasus Campak Masih Tinggi, Kemenkes Ingatkan Risiko Infeksi Ulang dan Pentingnya Vaksinasi

BACA JUGA:Aksi Nekat di Klungkung, Pria Minum Oli Bekas Usai Cekcok dengan Pacar

Baterai Jadi Komponen Termahal

Wahyu menjelaskan, tingginya biaya konversi tidak lepas dari harga komponen utama, terutama baterai yang menjadi bagian paling mahal dalam sistem kendaraan listrik.

Hal ini membuat biaya total konversi sulit ditekan, meskipun teknologi kendaraan listrik terus berkembang.

BACA JUGA:QRIS Mendunia: Kini Bisa Dipakai di Korea Selatan, Ini Daftar Negara Lainnya

BACA JUGA:Guru BK di Lubuklinggau Diseret ke Meja Hijau, Dituntut 7 Tahun

Sudah Ada Subsidi, Tapi Masih Belum Cukup

Pemerintah sebenarnya telah memberikan subsidi sebesar Rp10 juta per unit untuk mendorong program konversi motor listrik. Dengan adanya bantuan ini, beban biaya masyarakat secara teori bisa berkurang signifikan.

Namun, menurut Wahyu, masih terdapat kesenjangan antara biaya yang harus dikeluarkan dengan daya beli masyarakat. Akibatnya, banyak orang masih memilih mempertahankan motor lama atau membeli motor bekas dibanding melakukan konversi.

BACA JUGA:Update Harga Emas Antam 4 April 2026: Stabil di Rp2,857 Juta per Gram Setelah Penurunan Tajam

Sumber: