Krisis Numerasi Siswa, Pemerintah Andalkan Pendekatan Deep Learning untuk Perbaikan
Krisis Numerasi Siswa, Pemerintah Andalkan Pendekatan Deep Learning untuk Perbaikan--Net
SILAMPARITV.CO.ID - Kemampuan matematika siswa Indonesia kembali menjadi sorotan. Pemerintah melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menilai pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam atau deep learning dapat menjadi solusi untuk meningkatkan literasi dan numerasi nasional.
BACA JUGA:Kenapa Mobil Hybrid Bisa Jadi Boros? Ini Penjelasan dan Faktornya
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara pencanangan kolaborasi multipihak untuk peningkatan literasi dan numerasi yang digelar di kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
“Harapan kami dengan deep learning ini, masalah yang kita hadapi dapat terselesaikan,” ujar Mu'ti.
BACA JUGA:Mobil Listrik Imut yang Mencuri Perhatian: Changan Lumin Digemari Berbagai Kalangan
BACA JUGA:Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir: Desain Stylish dengan Sentuhan Warna Modern
Pendekatan Baru yang Masih Berproses
Mu'ti menjelaskan bahwa pendekatan deep learning dalam sistem pendidikan Indonesia baru mulai diperkenalkan pada Oktober 2024. Sementara itu, pelatihan untuk para guru baru dilaksanakan pada Februari 2025.
Karena masih tergolong baru, hasil dari metode ini belum dapat dilihat dalam waktu singkat.
“Tentu hasilnya tidak bisa dilihat dalam waktu dekat, karena ini merupakan proses yang terus berjalan,” jelasnya.
BACA JUGA:Tampil Lebih Fresh: Inspirasi Potongan Rambut yang Memberi Efek Awet Muda
BACA JUGA:Kreator Wajib Tahu! Cara Aktifkan dan Gunakan YouTube Shopping Affiliate
Nilai Matematika Masih Jadi Tantangan
Sebelumnya, Mu'ti juga mengungkapkan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) matematika siswa SMP pada 2026 tidak menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hasil siswa SMA pada 2025.
Sumber: