Bayi Perempuan Ditemukan di Semak-semak, Warga Empat Lawang Geger

Bayi Perempuan Ditemukan di Semak-semak, Warga Empat Lawang Geger

Bayi Perempuan Ditemukan di Semak-semak, Warga Empat Lawang Geger--ist

SILAMPARITV.CO.ID - Warga Desa Mekarti Jaya (3B), Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang dibuat heboh dengan penemuan seorang bayi perempuan yang diduga baru saja dilahirkan, Senin (13/4/2026).

BACA JUGA:Operasi Wira Waspada: Ditjen Imigrasi Amankan 346 WNA Pelanggar Keimigrasian

BACA JUGA:Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Sambut Kelahiran Putra Pertama dengan Penuh Haru

 

Bayi tersebut ditemukan di area semak belukar di pinggir jalan poros dekat SD 29 Tebing Tinggi dalam kondisi memprihatinkan. Saat ditemukan, tubuh bayi masih basah, dengan tali pusar yang belum terlepas serta terdapat bercak darah. Tangisan lemah bayi itu pertama kali didengar oleh warga yang melintas di lokasi yang relatif sepi.

BACA JUGA:Motor Listrik EMMO untuk Program MBG Disorot, Desain Mirip Produk China

BACA JUGA:Kondisi Jalan Parah, Kecelakaan di Muara Enim Terus Terjadi

Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada petugas Satpol PP setempat. Tidak lama berselang, petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung melakukan evakuasi. Bayi tersebut segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:Api Cepat Menyebar, Tiga Rumah Warga di OKU Selatan Ludes Terbakar

BACA JUGA:Waspada Katarak pada Lansia: Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

Kepala Satpol PP setempat menyampaikan bahwa posisi bayi saat ditemukan berada di dalam lubang di antara semak-semak. Lokasi penemuan berada di jalur yang tidak terlalu ramai, sehingga sempat luput dari perhatian warga sekitar.

BACA JUGA:Tips Praktis: Atur HP Mati Otomatis Agar Waktu Istirahat Lebih Berkualitas

BACA JUGA:Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Turun Rp. 42.000 per Gram Hari Ini

Setibanya di rumah sakit, bayi langsung mendapatkan penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD). Dari hasil pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat badan sekitar 2,1 kilogram. Karena beratnya tergolong rendah, bayi kemudian dirawat secara intensif menggunakan inkubator.

BACA JUGA:Panduan Haji 2026: Daftar Barang Terlarang di Koper dan Tas Kabin yang Wajib Diketahui

BACA JUGA:WFH di Sumsel Kurangi Ribuan Kendaraan Dinas, Lalu Lintas Lebih Lancar

Dokter yang menangani menyebutkan kondisi bayi secara umum stabil, namun tetap membutuhkan pemantauan ketat. Diperkirakan bayi tersebut baru dilahirkan tidak lama sebelum ditemukan, mengingat kondisi tubuhnya yang masih basah saat pertama kali dievakuasi.

BACA JUGA:Rahasia Rambut Sehat dan Berkilau: Manfaat Vitamin C yang Jarang Diketahui

BACA JUGA:Palembang Hidup dengan CFD & CFN: Warga Antusias, UMKM Ikut Tumbuh

Selain itu, ditemukan beberapa luka ringan di tubuh bayi, yang diduga disebabkan oleh lingkungan sekitar seperti semak berduri atau gigitan serangga. Kondisi tali pusar juga menunjukkan dugaan pemotongan tidak menggunakan alat medis.

BACA JUGA:“Para Perasuk”: Kisah Tradisi Mistis yang Penuh Makna, Siap Tayang April 2026

BACA JUGA:Prestasi Membanggakan, Musi Rawas Sabet Juara II Nasional Lomba Hari Jalan

Saat ini, bayi berada dalam pengawasan tim medis serta instansi terkait untuk mendapatkan perlindungan dan perawatan lanjutan. Sementara itu, pihak berwenang masih berupaya menyelidiki siapa pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

BACA JUGA:iPhone Fold Makin Nyata, Apple Kunci Layar Lipat dari Samsung

BACA JUGA:Transformasi Berkelanjutan Nyata, PLN Group Sabet 46 PROPER Emas dan Hijau 2025 KLH

Peristiwa ini pun menuai keprihatinan dari masyarakat dan menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak sejak dini.

BACA JUGA:PLN UID S2JB Raih Platinum Nusantara CSR Awards 2026, Electrifying Agriculture Dorong Ketahanan Pangan

BACA JUGA:WFH Makin Nyaman dengan PLN Mobile, Akses Beragam Layanan Kelistrikan dalam Satu Genggaman

Sumber: