BGN Perketat Pengawasan Program MBG Lewat Aplikasi Pemantauan Real Time

BGN Perketat Pengawasan Program MBG Lewat Aplikasi Pemantauan Real Time

BGN Perketat Pengawasan Program MBG Lewat Aplikasi Pemantauan Real Time--Net

SILAMPARITV.CO.ID - Badan Gizi Nasional terus memperkuat pengawasan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mencegah risiko keracunan maupun penurunan mutu makanan yang diterima masyarakat. Kini proses pengawasan dilakukan secara langsung atau real time melalui laporan penerima manfaat menggunakan aplikasi khusus.

BACA JUGA:Dorong Ekonomi Syariah Jadi Gerakan Bersama yang Inklusif

BACA JUGA:AS dan Iran Dikabarkan Capai Kesepakatan Awal Pembukaan Selat Hormuz

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menjelaskan sistem pemantauan tersebut dijalankan melalui aplikasi bernama Reviu Menu MBG. Aplikasi itu dirancang untuk melibatkan penerima manfaat secara langsung dalam proses evaluasi kualitas makanan yang didistribusikan.

“Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian kepala SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan,” ujar Sony kepada wartawan, Senin (25/5/2026).

BACA JUGA:Diduga Ambil Jalur Kanan, Pengendara Motor Asal Lubuklinggau Tewas

BACA JUGA:Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Halaman 152 Kurikulum Merdeka Revisi

Menurutnya, sistem ini dibangun untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian seluruh Kepala SPPG serta mitra BGN dalam menjaga mutu makanan bagi masyarakat penerima program.

Dalam pelaksanaannya, pengguna aplikasi berasal dari PIC Kelompok Penerima Manfaat MBG, seperti guru yang ditunjuk sekolah maupun kepala posyandu atau Kaposyandu. Setelah paket makanan diterima, mereka dapat langsung memberikan penilaian berdasarkan sejumlah indikator yang tersedia dalam aplikasi.

BACA JUGA:Kemendikdasmen: Bobot Nilai TKA di SPMB Boleh Berbeda Tiap Daerah

BACA JUGA:Komdigi Resmi Blokir Polymarket, Dinilai Judi Online Berkedok Prediction Market

Beberapa aspek yang dinilai meliputi ketepatan waktu distribusi makanan, aroma, rasa, hingga variasi menu yang disajikan. Melalui sistem tersebut, proses evaluasi kualitas makanan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.

Sony mengungkapkan, berdasarkan data dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari total laporan tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau 99,88 persen menyatakan makanan dalam kondisi layak konsumsi. Sementara hanya dua laporan yang menyebut makanan tidak layak dikonsumsi.

Sumber: