Meskipun hanya sekitar 5 persen peserta yang percaya makanan memengaruhi isi mimpi mereka, mayoritas dari kelompok kecil ini menyebut produk susu dan makanan manis sebagai pemicu utamanya. Menariknya, angka ini lebih rendah dibandingkan survei serupa yang dilakukan Nielsen lebih dari satu dekade lalu.
Nielsen menduga bahwa penurunan ini mungkin karena masyarakat kini lebih sadar akan alergi makanan, sehingga lebih banyak yang menghindari makanan tertentu sebelum tidur, sehingga gejala pun berkurang.
BACA JUGA:5 Tips Merawat Cincin Emas agar Tetap Berkilau dan Anti Kusam
BACA JUGA:Potret Prabowo Ibadah Umrah: Masuk Ka'bah dan Cium Hajar Aswad
Butuh Studi Lanjutan
Meski data survei menunjukkan korelasi yang signifikan, studi ini masih bersifat observasional. Nielsen menegaskan pentingnya eksperimen terkontrol untuk membuktikan hubungan sebab-akibat. Rencana ke depan adalah:
Melibatkan relawan yang akan mengonsumsi produk susu atau plasebo sebelum tidur
Memantau aktivitas pencernaan, gelombang otak, serta isi mimpi mereka dengan bantuan teknologi EEG dan alat pencernaan lainnya.
BACA JUGA:Kenapa Kamera iPhone Terlihat Lebih Jernih dari Android? Ini Rahasianya
BACA JUGA:Mie Ayam Gerobak, Warisan Kuliner Sejak Abad ke-7 yang Masih Bertahan di Tengah Modernisasi.
Kesimpulan
Jadi, benarkah makanan memengaruhi mimpi buruk? Jawabannya: ya, terutama pada individu dengan intoleransi makanan tertentu seperti laktosa. Makanan tidak hanya berdampak pada tubuh, tapi juga pada pikiran bawah sadar kita. Penelitian ini membuka pintu pemahaman baru tentang bagaimana makanan, kesehatan pencernaan, dan kualitas tidur saling berkaitan.
Jika Anda sering mengalami mimpi buruk, mungkin sudah saatnya mencatat apa yang Anda makan sebelum tidur dan mempertimbangkan perubahan pola makan malam Anda.
BACA JUGA:BGN Ajukan Tambahan Anggaran Rp. 50 Triliun untuk Optimalkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
BACA JUGA:Daftar Gaji PPPK 2025 Lengkap Berdasarkan Golongan dan Masa Kerja, Termasuk Tunjangan yang Diterima.