Percepatan rotasi Bumi memiliki sejumlah implikasi teknis dan ilmiah, seperti:
Hari terasa lebih singkat, meskipun hanya dalam skala milidetik
Sistem navigasi satelit (GPS) dapat terganggu karena mengandalkan waktu atomik yang sangat presisi
Jam atom dan perhitungan waktu dunia perlu penyesuaian
Potensi perubahan dalam keseimbangan energi dan sistem atmosferik
Salah satu metode untuk menyelaraskan waktu bumi dan waktu atom adalah melalui detik kabisat. Namun, sejak 2016, tidak ada detik kabisat baru yang ditambahkan karena Bumi tidak melambat seperti yang diperkirakan.
BACA JUGA:Bos BUMN China Dihukum Mati karena Korupsi Rp. 3 Triliun, Aset Disita Negara.
BACA JUGA:Cerita Reflektif PPG Kemenag 2025: Pengalaman Guru dalam Merancang Pembelajaran Berdiferensiasi
Gempa Bumi Juga Pengaruhi Rotasi
Tak hanya Bulan dan air laut, bencana alam seperti gempa bumi juga bisa mempercepat rotasi Bumi. Contoh paling mencolok adalah:
Gempa Jepang 2011 (9,0 SR) → mempercepat rotasi, menggeser poros Bumi 17 cm, dan memendekkan hari sekitar 1,8 mikrodetik
Gempa Aceh 2004 → mempersingkat hari sekitar 2,68 mikrodetik
Menurut peneliti NASA, Richard Gross, gempa bumi menggeser distribusi massa bumi ke arah sumbu rotasi, sehingga membuat Bumi berputar sedikit lebih cepat.
BACA JUGA:10 HP Murah yang Bagus untuk Main Game, Mulai dari Rp 1 Jutaan: Ada Vivo, Realme hingga Infinix.
BACA JUGA:Senyum Terakhir di Pasar Malam: Suami Habisi Nyawa Istri Usai Ajakan Ditolak
Pantauan Terus Dilakukan