- Perut membuncit akibat penumpukan cairan (asites)
- Kulit dan bagian putih mata menguning (penyakit kuning)
- Kulit terasa gatal
BACA JUGA:Daftar Pemain dan Jalan Cerita Weapons (2025), Horor Misteri yang Bikin Merinding
BACA JUGA:Sinopsis Film Pretty Crazy, Dibintangi Yoona SNSD dan Ahn Bo Hyun
Jika kanker menyebar ke paru-paru, penderita bisa mengalami:
- Batuk terus-menerus
- Sesak napas
- Batuk berdarah
Sedangkan jika kanker menyebar ke kelenjar getah bening yang jauh, gejala yang mungkin muncul adalah pembengkakan kelenjar getah bening di area atas tulang selangka atau selangkangan.
BACA JUGA:Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, Film Relatable tentang Pilihan Hidup dan Takdi
Kasus seperti yang dialami Monika menjadi peringatan penting bahwa kanker kolorektal kini semakin banyak ditemukan pada usia muda, bukan lagi hanya menyerang kelompok usia lanjut. Gaya hidup sedentari, stres tinggi, dan kurangnya deteksi dini menjadi faktor risiko utama.
Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang penyembuhan. Rutin bergerak, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala adalah langkah pencegahan yang efektif. Jangan menunggu gejala parah muncul, karena kanker kolorektal bisa berkembang tanpa disadari.
Kita perlu lebih waspada terhadap perubahan dalam tubuh, terutama jika gejala pencernaan berlangsung lama dan tidak kunjung membaik. Konsultasi dengan dokter sejak dini bisa menjadi tindakan penyelamat nyawa. Kesehatan bukan hanya soal makan sehat, tetapi juga keseimbangan antara aktivitas fisik, kesehatan mental, dan pemeriksaan rutin.
BACA JUGA:iPhone vs Android: Mana yang Lebih Bagus untuk Bisnis?
BACA JUGA:Galaxy A13, Rekomendasi HP 2 Jutaan Terbaik di Kelasnya