Faktor Penyebab Perselingkuhan
Fenomena perselingkuhan bukan hanya terjadi di kalangan masyarakat biasa, tetapi juga dapat menimpa aparat penegak hukum. Beberapa faktor yang kerap menjadi penyebab antara lain:
Tuntutan dan stres pekerjaan tinggi – profesi polisi penuh risiko, jam kerja panjang, dan tekanan mental.
Jarak dan kesempatan – tugas luar kota atau intensitas bertemu rekan kerja bisa membuka peluang.
Kebutuhan emosional tidak terpenuhi – kurangnya komunikasi dan perhatian dalam rumah tangga.
Ketidakpuasan dalam hubungan – konflik berkepanjangan atau rasa bosan dapat menjadi pemicu.
Kurangnya komitmen – lemahnya ikatan sejak awal atau berkurang seiring waktu.
Masalah psikologis – seperti narsisme, kecanduan, atau kesulitan mengendalikan impuls.
Faktor-faktor tersebut dapat saling berkaitan, sehingga mendorong seseorang untuk berselingkuh meski tahu risiko yang dihadapi.
BACA JUGA:Resep Sambal Terong Penyet: Praktis, Sederhana, & Bikin Nagih!
BACA JUGA:Rektor UGM: Jokowi Alumni UGM yang Telah Dapat Ijazah Sesuai Ketentuan
Dampak terhadap Institusi
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat yang seharusnya menjadi teladan. Selain merusak kepercayaan masyarakat, perilaku tersebut juga mencoreng nama baik institusi kepolisian.
Polda NTT menegaskan, proses hukum dan penegakan kode etik akan dilakukan secara transparan, demi menjaga marwah institusi serta memberikan kepastian hukum kepada semua pihak.
BACA JUGA:3 Resep Sop Iga dari Jawa, Manado, hingga Korea: Kuah Gurih & Menggoda
BACA JUGA:Aveta Ranger Max Explorer: Motor Bebek Petualang Harga Terjangkau, Siap Lawan CT125 dan PG-1