Scarlet 2025: Anime Epik Mamoru Hosoda yang Terinspirasi Hamlet

Sabtu 27-09-2025,11:32 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

BACA JUGA:Setelah 6 Bulan Buron, Ardo Pelaku Penyiraman Cuka Parah ke Istri Ditangkap di Bandung.

Tema Utama: Balas Dendam, Kemanusiaan, dan Kekacauan

Mamoru Hosoda tidak sekadar menghadirkan kisah fantasi, melainkan juga renungan filosofis tentang hidup, cinta, kematian, serta lingkaran dendam yang tidak berkesudahan.

Balas Dendam: Digambarkan sebagai lingkaran setan yang membuat manusia sulit keluar dari trauma.

Kesedihan: Menjadi tema besar yang membentuk jalan hidup Scarlet.

Kemanusiaan: Melalui karakter Hijiri, Hosoda mengajak penonton merenung apakah dunia tanpa kekerasan benar-benar mungkin.

Visual dan Eksperimen Animasi

Sebagai ciri khas Hosoda, Scarlet menampilkan visual spektakuler dengan eksperimen gaya animasi beragam:

  • Retro untuk dunia abad pertengahan,
  • 3D modern untuk masa kini,
  • CGI fotorealistis untuk lanskap Otherlands.

Adegan seperti naga muncul dari awan atau letusan gunung berapi tampil megah, meski transisi antar gaya animasi kadang terasa canggung.

Apresiasi dan Kritik

Film Scarlet pertama kali tayang di Festival Film Internasional Venesia 2025, kemudian berlanjut ke Toronto International Film Festival.

Apresiasi: Dipuji karena ambisinya dalam memadukan tragedi klasik dengan fantasi modern. Visualnya juga dianggap indah dan penuh keberanian artistik.

Kritik: Beberapa penonton menilai narasi terlalu rumit, karakterisasi kurang dalam, serta perpindahan gaya animasi terasa tidak konsisten.

BACA JUGA:Oppo A6 Pro 5G Diluncurkan Secara Global dengan Perbedaan Chipset dan Baterai

BACA JUGA:Gemini AI di Samsung Galaxy S25 FE Jadi Teman Nongkrong Cerdas, Ini Buktinya

Scarlet: Antara Ambisi dan Keterbatasan

Kategori :