BMKG menegaskan bahwa informasi ini bukanlah prediksi, tetapi kajian ilmiah terkait potensi energi tektonik di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Ahli Ungkap Bahaya Mencuci Ayam Sebelum Dimasak
BACA JUGA:10 Sayuran Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Ginjal: Enak, Sehat, dan Mudah Didapat!
⚠️ Bukan Ramalan, Tapi Edukasi Ilmiah
BMKG kembali menekankan bahwa:
Hingga saat ini tidak ada teknologi yang dapat memprediksi kapan, di mana, dan seberapa kuat gempa akan terjadi.
Istilah “menunggu waktu” bukanlah prediksi, tetapi hasil dari kajian geologi bahwa suatu zona menyimpan energi besar yang bisa dilepaskan kapan saja.
Tujuan utama edukasi ini adalah kesiapsiagaan masyarakat, bukan untuk menimbulkan kepanikan.
BACA JUGA:11 Kebiasaan Orang Cerdas yang Membedakan dari Kebanyakan Orang
BACA JUGA:Wisatawan Muslim Kini Lebih Mudah Menemukan Kuliner Halal di Jepang
5 Langkah Kesiapsiagaan yang Disarankan BMKG
Berbagai langkah preventif harus diterapkan masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan gempa dan tsunami:
1. Kenali Potensi Gempa di Daerah Anda
Ketahui risiko lokasi tempat tinggal, terutama jika dekat pantai atau zona subduksi.
2. Pelajari Prosedur Mitigasi
Pahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah gempa terjadi.