Mahar Fantastis Tak Menjamin Berkah, Nikah Jangan Dibebani Gengsi

Minggu 04-01-2026,08:21 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

SILAMPARITV.CO.ID - Selain persoalan mahar, Ustadz Danusiri juga mengkritisi fenomena walimatul ursy yang bergeser menjadi ajang “balik modal”. Ia menyoroti kebiasaan sebagian tuan rumah yang menghitung keuntungan dari amplop sumbangan tamu.

BACA JUGA:Lengkap! Panduan PIP 2026 untuk Siswa TK–SMA, Cek Penerima hingga Jadwal Pencairan

BACA JUGA:Pelajar SMP di Lubuklinggau Hilang di Malam Tahun Baru 2026, Keluarga Lapor Polisi

 

Menurutnya, walimah sejatinya adalah bentuk syukur atas bersatunya dua insan dalam ikatan halal. Jika orientasinya berubah menjadi perhitungan untung dan rugi, maka nilai ibadah dalam jamuan tersebut akan hilang.

BACA JUGA:Awali 2026, Mentor Beri Pengarahan dan Motivasi Peserta Magang

BACA JUGA:Wakil Wali Kota Lubuk Linggau Pimpin Upacara HAB ke-80 Kementerian Agama RI

Ia juga menyinggung etika mengundang tamu, di mana masih ditemukan perlakuan berbeda berdasarkan status sosial. Praktik semacam ini dinilai bertentangan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi kesetaraan dan persaudaraan umat.

BACA JUGA:Resmi Mengaspal, Ini Simulasi Cicilan Yamaha NMAX 2026 dengan DP Rp. 4 Juta

BACA JUGA:Dharma Wanita Lapas Narkotika Muara Beliti Hadiri Pertemuan DWP Kanwil Ditjenpas Sumsel

Rasulullah SAW mengajarkan untuk memuliakan seluruh tamu tanpa membeda-bedakan kaya atau miskin. Jam kedatangan, tempat duduk, maupun jenis hidangan seharusnya tidak menjadi sekat dalam ukhuwah Islamiyah.

“Walimah yang diniatkan sebagai syukuran murni akan menghadirkan ketenangan batin, tanpa beban ekspektasi sumbangan,” pungkasnya.

BACA JUGA:Terlibat Banyak Kasus, Begal Sadis Bersenpi di Musi Rawas Dilumpuhkan Tim Landak

BACA JUGA:Aksi Joget dan Sawer Uang Rp. 100 Ribuan, ASN Perempuan di Muba Disorot Publik

Kembali pada Kesederhanaan yang Diberkahi

Melalui kajian ini, Ustadz Danusiri mengajak masyarakat kembali pada tuntunan Rasulullah SAW dalam memaknai pernikahan. Pernikahan yang berkah bukanlah yang paling mewah, melainkan yang paling ikhlas dan tidak memberatkan pasangan dengan utang demi gengsi sesaat.

 

Dengan menyederhanakan proses pernikahan, umat Islam sejatinya sedang menjaga kemurnian janji suci di hadapan Allah SWT. Kesederhanaan bukanlah kekurangan, melainkan pintu awal menuju rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan penuh keberkahan.

BACA JUGA:Nasabah Wajib Tahu, Ini 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026

BACA JUGA:Diskon Awal Tahun! Harga iPhone di iBox Turun per 1 Januari 2026

Kategori :