Doraemon pertama kali dikenal luas oleh penonton Indonesia pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Sejak saat itu, anime adaptasi manga karya Fujiko F. Fujio ini menjadi salah satu program unggulan RCTI, khususnya di jam tayang anak dan keluarga.
Selama puluhan tahun, Doraemon nyaris tak pernah absen dari layar kaca nasional. Ceritanya yang mengisahkan petualangan Doraemon bersama Nobita Nobi, Shizuka, Gian, dan Suneo, dengan berbagai alat ajaib dari masa depan, sarat akan pesan moral tentang persahabatan, tanggung jawab, kejujuran, dan empati.
Tak hanya serial televisi, Doraemon juga rutin hadir dalam film layar lebar yang sebagian besar sukses secara komersial dan mendapat sambutan hangat dari penonton Indonesia.
BACA JUGA:Resmi! UMK Musi Rawas 2026 Tembus Rp. 4,05 Juta, Perusahaan Diminta Patuh Aturan
BACA JUGA:Disebut di Al-Qur’an, Tanaman Ini Bikin Warga Arab Berbondong-bondong ke Indonesia
Akhir Era di TV, Bukan Akhir Doraemon
Meski tak lagi tayang di televisi nasional, berakhirnya Doraemon di RCTI bukan berarti akhir dari eksistensinya. Serial dan film Doraemon masih dapat dinikmati melalui berbagai platform digital dan layanan streaming, seiring perubahan kebiasaan konsumsi tontonan masyarakat.
Berakhirnya penayangan Doraemon di TV nasional pun dipandang sebagai penanda pergeseran era, dari dominasi televisi konvensional menuju konten berbasis digital, sekaligus menutup satu bab nostalgia panjang bagi jutaan penonton Indonesia yang tumbuh bersama Doraemon.
BACA JUGA:Nyaman untuk Orang Tua, Ini 3 Mobil Bekas Daihatsu yang Cocok untuk Lansia
BACA JUGA:Tak Ada Perbedaan, Atribut PDH PPPK Paruh Waktu 2026 Sama dengan ASN Lainnya