Menurut warga, gapura tersebut memang baru selesai dibangun sekitar tiga minggu lalu oleh CV Bos Muda. Ia menyebut gapura roboh setelah tersenggol truk bermuatan kerupuk.
“Katanya bagian bawah hanya dilas, jadi tidak kuat. Sopirnya ini apes saja,” ujar warga tersebut.
BACA JUGA:Rencana MBG Lansia Perlu Kehati-hatian, Risiko Kesehatan hingga Distribusi Disoroti
BACA JUGA:Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Remaja Binaan IPWL Lubuklinggau Mengalami Trauma
Pengakuan Sopir Truk
Sementara itu, Meo Trisusanto (33), sopir truk yang terlibat dalam insiden tersebut, mengaku tidak menyangka kendaraannya melebihi batas ketinggian gapura.
“Saya tidak tahu kalau mobil saya nyangkut. Tiba-tiba terdengar suara keras, dan gapura langsung ambruk,” ungkap Meo.
Ia menjelaskan, truk yang dikemudikannya membawa muatan keramik dan kerupuk dari Kota Palembang yang hendak diantar ke sebuah gudang di wilayah Kenanga II, Lubuklinggau.
“Saya ini sopir angkutan sewa, saya kira hanya miring saja, tidak menyangka sampai roboh,” katanya.
Terkait kerusakan yang ditimbulkan, Meo menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab memperbaiki gapura yang ambruk tersebut.
“Saya siap bertanggung jawab untuk memperbaiki gapura yang rusak ini,” pungkasnya.
BACA JUGA:Lapas Narkotika Muara Beliti Ikuti Zoom Koordinasi Persiapan Panen Raya Serentak
BACA JUGA:Penyegaran Struktur Organisasi, Lapas Narkotika Muara Beliti Gelar Pisah Sambut