Anak Tak Sering Curhat Bukan Tak Sayang, Psikologi Ungkap Alasannya

Selasa 27-01-2026,14:19 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

BACA JUGA:10 Film Netflix Paling Banyak Ditonton Sepanjang Masa, Cocok untuk Temani Movie Marathon

BACA JUGA:Tak Perlu ke Kantor BPJS, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan 2026 Online

6. Kedekatan Diekspresikan Lewat Tindakan, Bukan Cerita

Kedekatan tidak selalu diukur dari banyaknya cerita yang dibagikan. Ada orang yang menunjukkan kasih sayang lewat perhatian konkret: memastikan orang tua aman, membantu secara praktis, atau hadir ketika dibutuhkan.

Dalam sudut pandang psikologi relasi, ini adalah bentuk kedekatan yang sah, meski tidak diwujudkan lewat curhat.

BACA JUGA:Gas Tawa Bukan Mainan: Bahaya Nitrous Oxide dari Tabung Whipped Cream jika Disalahgunakan

BACA JUGA:Angka Kecelakaan Tinggi, 36 Orang Tewas di Musi Rawas Selama 2025

7. Diam Perlu Diwaspadai Jika Berubah Menjadi Isolasi

Psikologi tidak menganggap jarang curhat sebagai masalah selama seseorang tetap memiliki saluran emosi yang sehat-baik melalui pasangan, sahabat, maupun refleksi diri yang adaptif.

Yang perlu diperhatikan adalah ketika diam berubah menjadi penarikan diri total dan menutup semua akses dukungan emosional.

Pada akhirnya, orang dewasa yang jarang mencurahkan isi hati kepada orang tua bukan berarti tidak peduli, apalagi durhaka. Dalam banyak situasi, sikap ini justru tumbuh dari kemandirian emosional, empati, dan tanggung jawab atas hidupnya sendiri.

Memahami hal ini dapat membantu keluarga melihat keheningan bukan sebagai jarak, melainkan sebagai bahasa emosional yang berbeda dan tetap layak dihargai.

BACA JUGA:Seleksi Terbuka Kepala OPD Musi Rawas Masuk Tahap 3 Besar, Sejumlah Pejabat Strategis Bersaing

BACA JUGA:Pelaku Masih Bungkam, Polisi Dalami Motif Pembunuhan Pria di Lubuklinggau

Kategori :