Kesalahan yang sering terjadi adalah melakukan beberapa perawatan kimia secara bersamaan atau dalam waktu yang berdekatan, misalnya pewarnaan rambut disertai pengeritingan atau pelurusan. Zhaoming menegaskan bahwa menggabungkan pewarnaan dengan proses perm dapat memberikan tekanan berlebih pada rambut.
Ia menjelaskan bahwa perawatan perm bahkan lebih berpotensi merusak karena menggunakan bahan kimia yang lebih kuat. Oleh sebab itu, rambut perlu diberikan jeda waktu yang cukup agar dapat memulihkan elastisitas dan kekuatan alaminya sebelum menjalani perawatan kimia lainnya.
BACA JUGA:Pria ODGJ di Lubuklinggau Diamankan Setelah Membuat Resah Keluarga
BACA JUGA:Heboh! Pria di Bengkulu Tewas Usai Mainkan Ular Kobra di Pasar
4. Mengutamakan perawatan dan pemulihan rambut
Bagi rambut yang sudah sering diwarnai, perawatan intensif menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Paparan bahan kimia berulang membuat rambut kehilangan kelembapan dan elastisitas. Zhaoming menekankan pentingnya menjaga nutrisi rambut melalui perawatan rutin.
Penggunaan sampo dan kondisioner khusus untuk rambut diwarnai, serta mengurangi pemakaian alat penata rambut bersuhu panas, dapat membantu memperlambat kerusakan. Selain itu, faktor gaya hidup juga berpengaruh. Tingkat stres yang tinggi dapat memperburuk kondisi rambut dan kulit kepala, sehingga aktivitas relaksasi seperti yoga atau meditasi, serta pola makan seimbang, turut berperan dalam menjaga kesehatan rambut secara menyeluruh.
BACA JUGA:Ramadan 2026, Tarawih di Dua Masjid Suci Tetap 10 Rakaat
BACA JUGA:Tak Hanya Lezat, Ini 6 Manfaat Rebung Beserta Kandungan Gizinya
Dengan mengatur frekuensi pewarnaan, melindungi kulit kepala, menghindari perawatan kimia berlebihan, dan melakukan perawatan yang tepat, rambut tetap dapat tampil menarik tanpa mengorbankan kesehatannya.