SILAMPARITV.CO.ID - Empat perusahaan telekomunikasi utama di Singapura menjadi target serangan siber yang dikaitkan dengan kelompok mata-mata digital UNC3886, yang disebut-sebut memiliki afiliasi dengan pemerintah China. Aksi peretasan yang bertujuan mengganggu layanan penting tersebut pertama kali terungkap pada Juli 2025.
Operator yang terdampak meliputi Singtel, StarHub, M1, dan Simba Telecom. Meski demikian, otoritas Singapura memastikan tidak ada data sensitif pelanggan yang berhasil diakses maupun dieksfiltrasi. Sistem paling krusial, termasuk jaringan inti 5G, juga dilaporkan tetap aman dan tidak terdampak.
BACA JUGA:Dokter Ingatkan Bahaya Intermittent Fasting bagi Kelompok Tertentu
BACA JUGA:Catat! Syarat Terbaru Naik Kereta Api Jarak Jauh Tahun 2026
Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, pada Senin (9/2), menyatakan bahwa serangan tersebut bukanlah insiden acak, melainkan operasi yang telah dirancang secara matang dan terarah.
“Penyelidikan kami menunjukkan bahwa serangan oleh UNC3886 merupakan kampanye yang disengaja, terarah, dan direncanakan dengan baik terhadap perusahaan telekomunikasi kami,” ujar Teo, seperti dikutip dari Straits Times.
Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah acara penghargaan bagi tim pertahanan siber di kantor Badan Keamanan Siber Singapura (Cyber Security Agency/CSA) yang berlokasi di Punggol Digital District.
BACA JUGA:Pendinginan Telur Rebus Tak Boleh Sembarangan, Ini Alasannya
BACA JUGA:Puluhan SPPG di Sumsel Belum Bersertifikat Higiene, Terancam Hentikan Layanan MBG
Menurut Teo, pelaku sempat berhasil mengambil sejumlah kecil data teknis. Mereka juga diketahui memperoleh akses ke beberapa sistem penting, namun tidak sampai pada tahap yang dapat mengganggu operasional layanan telekomunikasi.
Otoritas Pengembangan Media dan Komunikasi (IMDA) bersama CSA menegaskan bahwa sistem yang paling sensitif, termasuk jaringan 5G, disimpan secara terpisah sehingga tidak ikut terkompromikan dalam insiden tersebut.
BACA JUGA:23 Bencana Terjadi di Sumsel Awal 2026, Banjir Masih Dominasi dan Ribuan KK Terdampak
BACA JUGA:Lapas Narkotika Muara Beliti Ikuti Rilis Rapor Ombudsman RI, Perkuat Komitmen Pelayanan Publik
Walau dampaknya dinilai terbatas, pemerintah mengingatkan bahwa serangan ini tetap harus menjadi perhatian serius. Teo menilai, apabila tidak dicegah sejak dini, peretas berpotensi meningkatkan kemampuan mereka dalam mengakses informasi sensitif untuk tujuan spionase.
Selain itu, kelompok tersebut juga bisa memanfaatkan celah sistem untuk mengganggu layanan telekomunikasi dan internet secara lebih luas. Jika hal itu terjadi, berbagai sektor yang bergantung pada konektivitas digital—mulai dari komunikasi sehari-hari hingga layanan daring—dapat terdampak.