SILAMPARITV.CO.ID - Pemerintah tengah menyiapkan program penggantian atap seng menjadi genteng melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendorong penggunaan produk dalam negeri.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait atau Ara menjelaskan bahwa nilai bantuan untuk setiap rumah diperkirakan berada di kisaran Rp2 juta hingga Rp3 juta. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengintegrasikan berbagai kebijakan perumahan rakyat.
BACA JUGA:Gentengisasi Nasional Prabowo Disorot Akademisi: Solusi Panas Kota atau Kebijakan Terlalu Sederhana?
BACA JUGA:Prabowo Ingin Indonesia Bebas Atap Seng Lewat Gentengisasi Nasional
Ara menyebutkan, BSPS tidak hanya fokus pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pergerakan ekonomi rakyat dengan menyerap produk lokal, terutama genteng yang diproduksi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Sesuai arahan Presiden, program gentengisasi ini akan memanfaatkan produk UMKM agar ekonomi rakyat bergerak,” ujar Maruarar dalam Rapat Koordinasi Program Perumahan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
BACA JUGA:Rayakan 30 Tahun Pokémon, Nintendo Hadirkan Game Boy Jukebox Berisi 45 Lagu Klasik
Integrasi Berbagai Skema Pembiayaan Perumahan
Selain program gentengisasi, pemerintah juga menggabungkan sejumlah skema pembiayaan perumahan untuk memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat. Beberapa program yang diintegrasikan antara lain Tapera, Permodalan Nasional Madani (PNM), Sarana Multigriya Finansial (SMF), serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Melalui integrasi tersebut, pemerintah berharap beban masyarakat dalam memperbaiki rumah dapat berkurang sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
BACA JUGA:Serangan Harimau di Kawasan TNKS Renggut Nyawa Warga Musi Rawas
BACA JUGA:Strategi Sumsel Tekan Inflasi Pangan: Dari Operasi Pasar hingga Penguatan 12 Kelompok Tani
Ara juga menegaskan bahwa seluruh kebutuhan genteng dalam program ini akan menggunakan produk dalam negeri. Menurutnya, kebijakan tersebut sengaja diambil untuk mendukung industri nasional.
“Kalau mau sederhana kita bisa saja impor, tapi menurut saya jangan. Kita gunakan kesempatan ini untuk menggerakkan industri dalam negeri,” kata Ara.