Selama Ramadan, Volume Sampah di Musi Rawas Melonjak Jadi 25 Ton per Hari

Senin 09-03-2026,11:47 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

SILAMPARITV.CO.ID - Produksi sampah di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan, mengalami peningkatan selama bulan Ramadan 2026. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama penjualan berbagai makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

BACA JUGA:Pemerintah Pastikan Stok Beras Nasional Aman, Cadangan Capai 27,99 Juta Ton Cukup Hingga 324 Hari

BACA JUGA:Di Balik Manisnya Kue Delapan Jam dan Maksuba, Tersimpan Filosofi dan Sejarah Kuliner Palembang

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Musi Rawas mencatat, volume sampah yang biasanya berkisar antara 19 hingga 21 ton per hari kini meningkat menjadi sekitar 25 ton per hari selama Ramadan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3) DLH Musi Rawas, Yudi Ernawanto, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut terlihat dari jumlah sampah yang diangkut setiap hari menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut.

Menurut Yudi, lonjakan sampah tersebut dipengaruhi oleh tingginya konsumsi minuman segar yang dijual di berbagai titik selama Ramadan.

BACA JUGA:Resep Malbi Khas Palembang, Olahan Daging Manis Gurih yang Cocok untuk Menu Berbuka Puasa

BACA JUGA:Cuaca Sumsel Hari Ini Didominasi Hujan, 13 Wilayah Berpotensi Disertai Petir dan Angin Kencang

“Pada hari biasa, volume sampah kita paling sekitar 19 sampai 21 ton per hari. Namun selama Ramadan ini meningkat menjadi sekitar 25 ton setiap hari,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).

Ia menambahkan, jenis sampah yang paling banyak ditemukan saat ini adalah limbah kelapa muda atau yang dikenal masyarakat sebagai dogan. Hal ini karena banyak pedagang yang menjual minuman kelapa muda sebagai menu favorit berbuka puasa.

Selain itu, terdapat juga sampah berupa ampas tebu dari pedagang minuman sari tebu, meskipun jumlahnya tidak sebanyak limbah kelapa muda.

BACA JUGA:Tahapan Gejala Campak dari Hari ke Hari, Waspadai Tanda Awal hingga Proses Pemulihan

BACA JUGA:Soda Api untuk Mengatasi WC Mampet, Efektif Tapi Perlu Hati-Hati

“Selama Ramadan ini sampah paling banyak berasal dari kulit kelapa muda karena banyak masyarakat yang berjualan dan mengonsumsi minuman tersebut saat berbuka. Ampas tebu juga ada, tetapi tidak sebanyak kelapa muda,” jelasnya.

Meski terjadi peningkatan produksi sampah, pihak DLH Musi Rawas memastikan kondisi tersebut masih dapat ditangani. Saat ini, pengangkutan sampah dilakukan lebih intensif untuk menghindari penumpukan di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Kategori :