Sebagai perbandingan, Singapura melalui Monetary Authority of Singapore (MAS) telah mewajibkan lembaga keuangan melakukan penetration testing secara berkala serta memiliki protokol respons insiden yang terstandarisasi.
Model tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, dalam memperkuat sistem perlindungan digital.
BACA JUGA:Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras di Salemba, Polisi Masih Buru Pelaku
Keamanan Digital Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Ancaman cyber warfare bukan hanya menjadi isu bagi pemerintah atau pakar teknologi. Serangan terhadap sistem pembayaran digital dapat berdampak langsung pada kehidupan masyarakat yang menggunakan layanan keuangan modern setiap hari.
Karena itu, pembangunan ekosistem keuangan digital yang aman memerlukan kerja sama antara institusi keuangan, regulator, dan masyarakat sebagai pengguna teknologi.
Di era digital saat ini, keamanan sistem keuangan bukan lagi sekadar perlindungan teknis, tetapi juga bagian penting dari stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik.