SILAMPARITV.CO.ID - Kebiasaan menyemprotkan parfum di area leher sering dilakukan banyak orang agar aroma wangi bertahan lebih lama. Namun belakangan, muncul perbincangan di media sosial yang menyebut kebiasaan tersebut dapat memicu gangguan kelenjar tiroid hingga kanker.
Isu ini ramai dibahas di platform X dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat mengenai keamanan penggunaan parfum pada area tubuh tertentu.
Menanggapi hal tersebut, pakar Multiomics Cancer dari IPB University, Agil Wahyu Wicaksono, menjelaskan bahwa secara ilmiah memang terdapat indikasi hubungan antara penggunaan parfum dengan gangguan kelenjar tiroid. Meski demikian, kaitannya dengan kanker tiroid hingga saat ini belum terbukti secara langsung.
BACA JUGA:Strava Tambah Fitur Baru, Kini Bisa Rekam Basket hingga Kriket dan Pantau Detak Jantung via AirPods
BACA JUGA:BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran 2026
Menurutnya, sebuah studi tinjauan sistematis menunjukkan bahwa kebiasaan menyemprotkan parfum, termasuk di area leher, dapat berkaitan dengan risiko gangguan fungsi kelenjar tiroid.
“Berdasarkan studi tinjauan sistematis, penggunaan parfum berkaitan dengan risiko gangguan kelenjar tiroid. Namun hubungan dengan kanker tiroid masih bersifat hipotesis dan belum terbukti secara langsung,” ujarnya dikutip dari laman resmi IPB University, Selasa (17/3/2026).
BACA JUGA:Sambut Idul Fitri 1447 H, Lapas Narkotika Muara Beliti Berikan Pembekalan kepada Peserta Magang
BACA JUGA:Resep Menu Lebaran Lezat! Bakso Urat Kuah Ketumbar yang Gurih dan Segar
Mengapa Area Leher Menjadi Sorotan?
Area leher menjadi perhatian karena secara anatomi kelenjar tiroid memang terletak tepat di bagian depan leher, tidak jauh di bawah lapisan kulit. Selain itu, kulit di bagian ini relatif lebih tipis dibandingkan bagian tubuh lain sehingga potensi penyerapan zat kimia menjadi lebih tinggi.
Sebagian produk parfum atau cologne diketahui mengandung beberapa bahan kimia seperti phthalates, parabens, dan triclosan. Zat-zat tersebut dikenal sebagai endocrine disruptors, yaitu senyawa yang dapat mengganggu sistem hormon dalam tubuh.
BACA JUGA:MK Perintahkan Revisi UU Pensiun Pejabat Negara, Skema Seumur Hidup Berpotensi Dihapus
Penelitian menunjukkan bahwa triclosan dapat memengaruhi fungsi hormon tiroid. Sementara itu, beberapa jenis paraben juga diketahui berpotensi memengaruhi keseimbangan sistem endokrin manusia.
Paparan zat-zat tersebut secara berulang dalam jangka panjang, terutama pada lokasi yang sama seperti leher, secara teori dapat meningkatkan kemungkinan dampak pada kelenjar tiroid maupun sistem tubuh secara keseluruhan.