Benarkah Parfum di Leher Bisa Picu Gangguan Tiroid? Ini Penjelasan Ahli

Kamis 19-03-2026,11:00 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

BACA JUGA:Novel “Gadis Kretek” Terbit dalam Bahasa Korea, Perkuat Pertukaran Budaya Indonesia–Korea

BACA JUGA:Selamatkan Kerugian Negara, Kejari Musi Rawas Sita Dana Rp. 1,26 Miliar

Hubungan dengan Kanker Masih Hipotesis

Meski demikian, dr. Agil menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang secara langsung menunjukkan bahwa penggunaan parfum di leher dapat menyebabkan kanker tiroid.

Kaitan tersebut masih sebatas hipotesis yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Sementara itu, gangguan pada fungsi kelenjar tiroid memang telah ditemukan dalam beberapa kajian ilmiah.

Dampak kesehatan dari paparan bahan kimia tersebut juga tidak terjadi secara instan, melainkan berkembang secara perlahan dalam waktu yang lama.

BACA JUGA:Jadwal Operasi Gas 3 Kg di Kota Lubuklinggau, Warga Diminta Bawa KTP/KK dan Uang Pas Rp18.500

BACA JUGA:Anak Tantrum Saat Gadget Dibatasi? Ini Cara Orang Tua Mengatasinya

Kelompok yang Lebih Rentan

Risiko gangguan hormon akibat paparan zat kimia dalam parfum tidak sama pada setiap orang. Beberapa kelompok yang dinilai lebih rentan antara lain:

  • Ibu hamil
  • Anak-anak dan remaja
  • Individu dengan riwayat gangguan hormon

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa penggunaan parfum tidak serta-merta menyebabkan penyakit.

BACA JUGA:Tips Sehat Saat Lebaran: 5 Cara Mencegah Kolesterol Naik Setelah Menyantap Opor Ayam dan Rendang

“Tidak berarti setiap orang yang memakai parfum akan sakit. Namun penggunaan berlebihan dan berlangsung selama bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko gangguan hormon,” jelasnya.

Karena itu, masyarakat disarankan menggunakan parfum secara wajar dan tidak berlebihan, serta menghindari penyemprotan berulang pada area tubuh yang sensitif.

Kategori :