SILAMPARITV.CO.ID - Harga emas global mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin, 23 Maret 2026. Logam mulia tersebut bahkan menyentuh level terendah dalam hampir empat bulan terakhir, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi serta ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi.
Selain emas, harga perak juga mencatatkan penurunan signifikan, mencerminkan tekanan yang terjadi di pasar komoditas secara keseluruhan.
BACA JUGA:Bolehkah Orang Tua Menggunakan Uang THR Anak? Ini Penjelasannya
BACA JUGA:Persiapan Mepet Jelang FIFA Series 2026, John Herdman Soroti Adaptasi Cepat Timnas Indonesia
Investor Beralih ke Aset Berimbal Hasil
Pelemahan harga emas dipicu oleh perubahan sentimen pasar. Di tengah penguatan dolar Amerika Serikat dan potensi suku bunga tinggi, investor mulai beralih ke instrumen yang menawarkan imbal hasil seperti obligasi.
Kondisi ini membuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) menurun. Dalam sepekan terakhir, harga emas tercatat turun hingga 11 persen, menunjukkan tekanan yang cukup besar di pasar global.
Kebijakan suku bunga yang dipertahankan oleh Federal Reserve turut memperkuat tren tersebut. Bank sentral AS itu diketahui telah menahan suku bunga dalam dua pertemuan terakhir, sehingga membuat obligasi semakin diminati dibandingkan logam mulia.
BACA JUGA:Kecelakaan Lalu Lintas Saat Lebaran 2026 Menurun, Fatalitas Turun Drastis
BACA JUGA:Memasuki Hari Ke-4 Idul Fitri, Antusiasme Kunjungan di Lapas Narkotika Muara Beliti Berangsur Reda
Dampak Konflik Timur Tengah
Ketegangan geopolitik di Iran juga memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan harga emas. Konflik tersebut berdampak pada pasokan energi global, terutama minyak, yang memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi.
Penguatan dolar AS hingga hampir 2 persen sejak konflik dimulai semakin menekan harga emas. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga permintaannya menurun.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan mengeluarkan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz. Ketegangan ini meningkatkan ketidakpastian pasar dan memperbesar potensi tekanan ekonomi global.
BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Jalinsum Muratara, Satu Orang Meninggal Dunia
BACA JUGA:Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Penyeberangan Sumatera–Jawa Tetap Lancar dan Terkendali
Pergerakan Harga dan Reaksi Pasar
Menurut laporan CNBC International, harga emas spot sempat anjlok lebih dari 5 persen ke level US$4.262,50 sebelum akhirnya pulih ke sekitar US$4.412. Sementara itu, harga emas berjangka tercatat turun sekitar 4 persen di kisaran US$4.392.
Secara keseluruhan, harga emas spot bahkan sempat merosot hingga 8,8 persen mendekati US$4.100 per ons. Pada pukul 15:22 waktu Singapura, harga emas tercatat turun 8,6 persen menjadi US$4.108,64 per ons.
Perak mengalami tekanan lebih dalam dengan penurunan mencapai lebih dari 10 persen, sementara platinum dan paladium juga ikut melemah.
BACA JUGA:5 Tanda Anda Memiliki Kecerdasan Berbicara Menurut Psikologi
BACA JUGA:Di Tengah Lebaran, Tim SAR Gabungan Berjuang Cari Korban Tenggelam di Perairan OKI