SILAMPARITV.CO.ID - Tren hidup sehat membuat banyak orang mulai beralih dari nasi putih ke nasi merah saat menjalani program diet. Nasi merah kerap dianggap lebih sehat dan diyakini mampu membantu menurunkan berat badan lebih cepat. Sementara itu, nasi putih sering dicap sebagai penyebab kenaikan berat badan.
Namun, benarkah anggapan tersebut sepenuhnya tepat?
Faktanya, baik nasi putih maupun nasi merah sama-sama merupakan sumber karbohidrat utama yang dibutuhkan tubuh sebagai energi. Perbedaan di antara keduanya memang ada, tetapi tidak serta-merta menjadikan salah satunya sebagai penentu keberhasilan diet.
BACA JUGA:Bawa 10 Butir Ekstasi, Kurir Asal Riau Ditangkap di Lubuk Linggau
BACA JUGA:Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Turun Rp65.000 per Gram!
Perbedaan Nasi Putih dan Nasi Merah
Perbedaan utama terletak pada proses pengolahan. Nasi merah masih memiliki lapisan luar (bekatul) yang kaya serat, vitamin, dan mineral. Sementara nasi putih telah melalui proses pemolesan sehingga teksturnya lebih lembut, tetapi kandungan seratnya berkurang.
Dari sisi kandungan gizi, perbedaan kalori antara keduanya tidak terlalu signifikan. Dalam 100 gram nasi matang, nasi putih mengandung sekitar 130 kkal, sedangkan nasi merah sekitar 123 kkal. Kandungan protein keduanya juga relatif sama.
Namun, nasi merah unggul dalam kandungan serat, yakni sekitar 1,6 gram per 100 gram, dibandingkan nasi putih yang hanya sekitar 0,4 gram. Selain itu, nasi merah sedikit lebih tinggi lemak dan lebih rendah karbohidrat.
BACA JUGA:Gangguan Jaringan Telkomsel di Bengkulu & Sumsel, Ini Penyebabnya!
BACA JUGA:Sempat Kabur, Pelaku Tabrak Dua Pelajar di Talang Ulu Akhirnya Menyerahkan Diri
Pengaruh terhadap Rasa Kenyang
Kandungan serat yang lebih tinggi membuat nasi merah dicerna lebih lambat oleh tubuh. Hal ini dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan membantu mengontrol nafsu makan.
Sebaliknya, nasi putih yang rendah serat cenderung lebih cepat dicerna, sehingga rasa lapar bisa datang lebih cepat pada sebagian orang. Kondisi ini berpotensi meningkatkan asupan makan jika tidak dikontrol.
Meski begitu, efek ini tidak selalu sama pada setiap individu. Ada yang merasa lebih kenyang dengan nasi merah, namun ada juga yang tetap mampu mengontrol pola makan meski mengonsumsi nasi putih.