SILAMPARITV.CO.ID - Pemerintah memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 tetap dapat diikuti seluruh sekolah, termasuk yang belum memiliki fasilitas komputer. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan, sekolah dapat meminjam perangkat dari sekolah lain sebagai solusi.
Menurutnya, skema ini telah disiapkan agar tidak ada satu pun sekolah yang tertinggal dalam pelaksanaan TKA.
“Sekolah yang belum punya komputer bisa kita atur untuk meminjam dari sekolah lain yang tidak menyelenggarakan TKA,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
BACA JUGA:Pembatasan Medsos Anak Berlaku, Pemerintah Pastikan Literasi Digital Tetap Diperkuat di Sekolah
BACA JUGA:Jangan Dibuang! Kulit Pisang Ternyata Bisa Jadi Pupuk Organik Ampuh untuk Tanaman
TKA Bukan Penentu Kelulusan
Mu'ti juga mengimbau siswa dan orang tua agar tidak khawatir menghadapi TKA. Ia menegaskan bahwa tes ini bukan menjadi penentu kelulusan siswa.
Fokus penilaian TKA, lanjutnya, hanya pada dua mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika, sementara kebijakan lain tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan.
BACA JUGA:Harga BBM Naik, Mobil Listrik Kian Dilirik: Sudah Siapkah Digunakan Secara Luas?
BACA JUGA:Hadapi TKA 2026, Siswa Diminta Perbanyak Simulasi dan Tetap Tenang
Tegas Soal Kejujuran
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menekankan pentingnya kejujuran. Mu'ti menegaskan bahwa siswa maupun sekolah yang terbukti melakukan kecurangan akan langsung diberikan nilai nol.
“Kalau ada murid atau sekolah yang curang, langsung kita nolkan nilainya. Prinsipnya kejujuran adalah yang utama,” tegasnya.
Ia menambahkan, tujuan utama TKA tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter siswa yang jujur dan berintegritas.
BACA JUGA:WFH Disalahgunakan, Mensos Ancam ASN Sanksi Berat hingga Pemecatan