Terapis Annie Miller menyebut kebiasaan ini dapat memicu kecemasan, terutama karena paparan informasi berlebihan atau doomscrolling. Memberikan jeda tanpa layar selama beberapa menit setelah bangun bisa membantu pikiran lebih tenang.
BACA JUGA:Hari Anak Balita Nasional 2026 : Pemberian Makan Tepat Jadi Kunci Cegah Stunting
4. Memulai hari dengan terburu-buru
Bangun kesiangan lalu langsung beraktivitas tanpa jeda membuat tubuh berada dalam kondisi tegang.
Hal ini menyebabkan sistem saraf tidak sempat beradaptasi ke kondisi rileks. Akibatnya, fokus dan kemampuan mengambil keputusan bisa terganggu. Meluangkan waktu singkat untuk stretching atau duduk santai dapat membantu menurunkan stres.
5. Kurang paparan sinar matahari pagi
Sinar matahari pagi berperan penting dalam mengatur ritme biologis tubuh sekaligus meningkatkan suasana hati.
Tanpa paparan cahaya alami, tubuh bisa kesulitan membangun energi dan fokus. Jika sulit mendapatkan sinar matahari langsung, terapi cahaya terang bisa menjadi alternatif.
BACA JUGA:Duel Panas Indonesia vs Australia di Piala AFF Futsal 2026, Penentuan Juara Grup B
BACA JUGA:GIICOMVEC 2026 Resmi Digelar di JIExpo Kemayoran, Jadi Pusat Solusi Transportasi Bisnis
6. Terlalu sering menekan tombol snooze
Menunda alarm memang terasa nyaman, tetapi kualitas tidur yang dihasilkan tidak optimal.
Psikolog Stacey Pawlak menekankan bahwa kualitas tidur sama pentingnya dengan durasi. Idealnya, orang dewasa membutuhkan sekitar 7 jam tidur berkualitas. Kebiasaan snooze justru mengganggu fase tidur penting yang dibutuhkan tubuh.
BACA JUGA:Tak Sadar Pembelinya Polisi, Pengedar Narkoba di Musi Rawas Ditangkap
Mulai Ubah dari Hal Kecil