SILAMPARITV.CO.ID - Katarak merupakan salah satu gangguan penglihatan yang umum terjadi pada usia lanjut. Kondisi ini ditandai dengan lensa mata yang menjadi keruh sehingga penglihatan tampak buram atau berkabut. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Katarak.
Pada kondisi normal lensa mata bersifat jernih sehingga cahaya dapat masuk dengan baik ke retina. Namun pada katarak, protein di dalam lensa menggumpal dan menghalangi cahaya. Proses ini terjadi secara perlahan dan sering kali tanpa rasa sakit, tetapi jika tidak ditangani dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:Tips Praktis: Atur HP Mati Otomatis Agar Waktu Istirahat Lebih Berkualitas
BACA JUGA:Harga Emas Antam Anjlok Tajam, Turun Rp. 42.000 per Gram Hari Ini
Penuaan Jadi Faktor Utama
Faktor utama penyebab katarak pada lansia adalah proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, struktur lensa mata mengalami perubahan alami.
Protein dalam lensa mulai mengalami degenerasi, sehingga lensa kehilangan kejernihannya. Selain itu, kemampuan lensa untuk mempertahankan kelembapan juga menurun, membuatnya menjadi lebih kaku dan keruh.
Meskipun proses ini tidak dapat dihindari sepenuhnya, kecepatan perkembangan katarak bisa berbeda pada setiap individu, tergantung gaya hidup dan kondisi kesehatan.
BACA JUGA:Rahasia Rambut Sehat dan Berkilau: Manfaat Vitamin C yang Jarang Diketahui
BACA JUGA:Palembang Hidup dengan CFD & CFN: Warga Antusias, UMKM Ikut Tumbuh
Paparan Sinar Ultraviolet
Paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang juga berperan besar dalam mempercepat terbentuknya katarak. Sinar UV dapat merusak jaringan mata, khususnya lensa.
Lansia yang sering beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan memiliki risiko lebih tinggi. Oleh karena itu, penggunaan kacamata pelindung sangat dianjurkan, terutama di daerah dengan paparan sinar matahari tinggi.
BACA JUGA:Panduan Haji 2026: Daftar Barang Terlarang di Koper dan Tas Kabin yang Wajib Diketahui
BACA JUGA:WFH di Sumsel Kurangi Ribuan Kendaraan Dinas, Lalu Lintas Lebih Lancar