SILAMPARITV.CO.ID - Kebijakan “Gerakan Surabaya Tanpa Gawai” yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya mendapat dukungan luas sebagai langkah progresif dalam melindungi anak dari risiko digital. Program yang membatasi penggunaan gadget pada pukul 18.00–20.00 WIB ini dinilai relevan dengan tantangan era digital saat ini.
BACA JUGA:Vivo Y31d Pro Hadir di Indonesia: Smartphone Tangguh dengan Baterai 7000 mAh dan Fast Charging 90W
Namun, DPRD Surabaya mengingatkan bahwa pendekatan larangan saja tidak cukup. Anggota Komisi D, Ais Shafiyah Asfar atau Ning Ais, menegaskan pentingnya strategi edukatif agar anak tidak hanya dibatasi, tetapi juga memahami cara menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Menurutnya, literasi digital harus menjadi fondasi utama, dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan komunitas dalam membangun kebiasaan positif. Anak-anak juga perlu diberikan alternatif kegiatan yang bermanfaat seperti olahraga, seni, dan aktivitas sosial agar tidak bergantung pada gadget. BACA JUGA:iPhone Fold Makin Nyata, Apple Kunci Layar Lipat dari Samsung Selain itu, evaluasi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program ini tidak sekadar simbol, melainkan benar-benar berdampak dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Ke depan, kebijakan ini diharapkan berkembang menjadi langkah jangka panjang dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi.