Selain itu, proses restart juga penting untuk memastikan pembaruan aplikasi dan sistem operasi berjalan dengan sempurna. Tanpa restart, update yang sudah diunduh belum tentu terpasang secara optimal.
BACA JUGA:Petani di Muratara Tewas Usai Motor Tersenggol Truk Saat Menyalip
BACA JUGA:Prewedding Unik di LRT Palembang; Ini Syarat, Kontak, dan Info Penting yang Wajib Diketahui
2. Menghapus Malware di RAM
Manfaat kedua yang lebih krusial adalah dari sisi keamanan. Restart ponsel dapat menghapus jenis malware tertentu, terutama fileless malware yang beroperasi di RAM tanpa tersimpan di memori internal.
Contohnya adalah malware canggih seperti Pegasus yang bisa aktif tanpa instalasi file. Malware jenis ini dapat hilang ketika perangkat dimatikan dan dinyalakan kembali.
“Ini praktik yang baik dan sangat disarankan, terutama untuk menjaga keamanan perangkat,” jelas Alfons.
BACA JUGA:Motor Ibu Digadaikan, Residivis di Lubuklinggau Kembali Ditangkap Polisi
BACA JUGA:Polisi Bekuk Pelaku Curanmor Modus HP Jatuh di Lubuklinggau
Tidak Berpengaruh Langsung pada Baterai
Meski banyak yang percaya bahwa restart ponsel bisa membuat baterai lebih awet, Alfons menegaskan bahwa hal tersebut tidak memiliki hubungan langsung.
“Tidak ada hubungan langsung antara sering restart dengan keawetan baterai,” katanya.
Namun, ada kemungkinan efek tidak langsung. Misalnya, jika ponsel terinfeksi malware yang menguras daya dan kuota internet, maka setelah restart ketika malware tersebut hilang penggunaan baterai bisa menjadi lebih hemat.
Artinya, baterai terasa lebih awet bukan karena restart itu sendiri, melainkan karena sumber masalahnya sudah diatasi.
BACA JUGA:Langkah Nyata Lawan Kejahatan, Lapas Muara Beliti Hadiri Pemusnahan Barang Bukti
BACA JUGA:Pengusaha Travel Haji Kembalikan Rp8,4 Miliar ke KPK, Terkait Dugaan Kuota Haji