SILAMPARITV.CO.ID - Situasi pelayaran internasional kembali menghadapi tekanan setelah lebih dari 40 kapal kontainer dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Timur Tengah. Berdasarkan laporan dari Lloyd’s List, sedikitnya 43 kapal dari 10 perusahaan pelayaran terbesar dunia belum dapat melanjutkan perjalanan mereka.
BACA JUGA:Trump Ubah Nada soal Iran, Tegaskan Tak Akan Gunakan Senjata Nuklir Kondisi ini terjadi meskipun gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah diberlakukan. Sejak konflik di Iran pecah pada akhir Februari, sejumlah perusahaan pelayaran utama memilih menghentikan operasionalnya di wilayah tersebut. Dampaknya, distribusi barang mengalami keterlambatan signifikan serta memicu kenaikan biaya logistik global. BACA JUGA:Tak Selalu Jadi Hama, Ikan Sapu-Sapu Justru Jadi Menu Andalan di Amazon Beberapa kapal milik perusahaan besar seperti CMA CGM, COSCO, Hapag-Lloyd, dan MSC dilaporkan berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Namun, dua kapal milik MSC disebut sempat ditahan oleh otoritas Iran, menambah ketegangan di sektor maritim. BACA JUGA:Meski Tembus Rp60 Ribuan, Harga Bensin di AS Masih Lebih Murah dari Negara Maju Lain Sementara itu, Dhananjayan Sriskandarajah dari New Economics Foundation menilai dampak konflik tidak hanya dirasakan di sektor logistik, tetapi juga merembet ke kebutuhan dasar masyarakat. Ia mencontohkan kenaikan harga obat-obatan dan bahan pangan sebagai dampak nyata yang mulai dirasakan, terutama di negara berkembang. BACA JUGA:Krisis Selat Hormuz Jadi Alarm Global, Peralihan ke Energi Bersih Makin Mendesak Menurutnya, masyarakat dengan kondisi ekonomi rentan akan semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pokok akibat lonjakan harga komoditas penting seperti biji-bijian. Ia juga menyoroti usulan dari Pedro Sanchez terkait penerapan pajak atas keuntungan besar perusahaan energi, sebagai langkah untuk mengurangi tekanan ekonomi masyarakat. BACA JUGA:Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Iran Terapkan Protokol Ketat Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu mendistribusikan kembali keuntungan yang diperoleh selama krisis energi, sehingga dapat digunakan untuk mendukung rumah tangga yang terdampak kenaikan biaya hidup.Puluhan Kapal Kontainer Tertahan di Teluk, Ganggu Arus Perdagangan Global
Sabtu 25-04-2026,17:10 WIB
Reporter : Intan Kurnia Hamdani
Editor : Intan Kurnia Hamdani
Kategori :
Terkait
Sabtu 25-04-2026,17:10 WIB
Puluhan Kapal Kontainer Tertahan di Teluk, Ganggu Arus Perdagangan Global
Terpopuler
Senin 27-04-2026,16:36 WIB
Heboh! Dua Terduga Culik Anak Ditangkap Warga di Rejang Lebong, Satu Tewas
Senin 27-04-2026,11:35 WIB
Heboh! Dugaan Penculikan Anak Berujung Amuk Massa di Rejang Lebong
Senin 27-04-2026,09:47 WIB
Perempuan Indonesia Siap Naik Kelas Dari UMKM Lokal Menuju Pasar Global
Senin 27-04-2026,10:42 WIB
Bupati Musi Rawas Hadiri Rakor Forkopimda Sumsel Bahas Legalisasi Sumur Minyak Rakyat
Senin 27-04-2026,10:25 WIB
Polisi Bongkar Bisnis Sabu Ayah dan Anak di Musi Rawas
Terkini
Senin 27-04-2026,16:36 WIB
Heboh! Dua Terduga Culik Anak Ditangkap Warga di Rejang Lebong, Satu Tewas
Senin 27-04-2026,15:38 WIB
Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Jogja, Psikiater Ingatkan Pentingnya Keamanan Emosional Anak
Senin 27-04-2026,15:19 WIB
Lapas Narkotika Muara Beliti Gandeng Dukcapil Musi Rawas, Pastikan Hak Administrasi Warga Binaan Terpenuhi
Senin 27-04-2026,15:15 WIB
Khidmat dan Penuh Syukur, Lapas Narkotika Muara Beliti Ikuti Tasyakuran HBP ke-62 Secara Virtual
Senin 27-04-2026,15:00 WIB