Viral! Enam Pemuda Asal Muratara Terjebak di Kamboja, Minta Bantuan Dipulangkan

Kamis 30-04-2026,12:54 WIB
Reporter : Rendi Setiawan
Editor : Rendi Setiawan

SILAMPARITV.CO.ID - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan enam pemuda asal Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, meminta bantuan kepada pemerintah daerah agar bisa segera dipulangkan dari Kamboja.

BACA JUGA:Geger! CCTV Rekam Aksi yang Tewaskan Pendi di Lubuklinggau

BACA JUGA:Honda NS150ES Gabungkan Gaya Sporty dan Fungsional ala PCX-Vario

Dalam video tersebut, keenam pemuda yang diketahui merupakan warga Palembang namun berdomisili di Muratara itu mengaku sudah selama dua bulan berupaya pulang ke Indonesia, namun hingga kini belum berhasil kembali ke kampung halaman.

Mereka secara terbuka memohon perhatian dari Gubernur Sumatera Selatan serta Bupati Muratara untuk membantu proses kepulangan mereka dari negara tersebut.

BACA JUGA:Waspada Sejak Dini, Perubahan Urine Ini Bisa Jadi Sinyal Gangguan Ginjal

BACA JUGA:TikTok Tertibkan Akun Anak, Jutaan Pengguna di Bawah 16 Tahun Dinonaktifkan

“Kami mohon bantuan kepada Bapak Gubernur Sumsel dan Bupati Muratara agar bisa membantu kami pulang ke Indonesia,” ujar salah satu pemuda dalam video yang beredar.

Menurut pengakuan mereka, situasi yang dihadapi saat ini cukup mendesak. Jika hingga tanggal 15 Mei 2026 mereka belum juga kembali ke Indonesia, maka mereka terancam dideportasi dan dikenai larangan masuk selama satu tahun.

BACA JUGA:WhatsApp Siapkan Fitur Backup Mandiri, Pengguna Tak Lagi Bergantung pada Google Drive

BACA JUGA:Motorola Signature Resmi Meluncur di Indonesia, Usung Desain Premium dan Kamera 50 MP

Kabar ini sontak menjadi perhatian warganet setelah video permintaan bantuan tersebut ramai dibagikan di berbagai platform media sosial. Banyak netizen berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat segera turun tangan memberikan pendampingan.

Hingga kini belum diketahui secara pasti alasan keenam pemuda tersebut berada di Kamboja maupun kendala utama yang membuat mereka belum bisa pulang. Namun desakan agar pemerintah segera merespons terus bermunculan dari masyarakat.

BACA JUGA:Musim Kemarau di Sumsel Diprediksi Lebih Panjang hingga September 2026

BACA JUGA:Jangan Abaikan Palang Kereta, Ini Dampak Fatal yang Mengintai Pengendara

Kategori :