SILAMPARITV.CO.ID - Telur rebus sering dianggap sebagai lauk praktis yang lebih tahan lama karena sudah melalui proses pemasakan. Tak sedikit orang menyimpannya berhari-hari tanpa khawatir. Namun, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya tepat.
Berdasarkan informasi kesehatan dari Alodokter, telur rebus tetap bisa mengalami pembusukan meski telah matang. Bahkan, proses perebusan justru menghilangkan lapisan pelindung alami pada cangkang, sehingga membuat telur lebih rentan terkontaminasi bakteri jika tidak disimpan dengan benar.
BACA JUGA:Polisi Bekuk Pelaku Perkelahian Berdarah yang Tewaskan Duda di Lubuklinggau
BACA JUGA:Dugaan Pemerasan ASN di Muratara Terbongkar, Penetapan Tersangka Belum Ada
Mengapa Telur Rebus Bisa Cepat Basi?
Setelah direbus, pori-pori pada cangkang telur menjadi lebih terbuka. Hal ini memungkinkan udara, bakteri, dan kelembapan masuk ke dalam telur, terutama jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang atau tidak disimpan dalam wadah yang higienis.
Kondisi tersebut membuat kualitas telur bisa menurun tanpa disadari, meskipun dari luar tampak masih baik.
BACA JUGA:Arhan Ukir Sejarah! Lulusan Pertama Udinus dengan Ijazah Blockchain di Indonesia
BACA JUGA:Viral! Enam Pemuda Asal Muratara Terjebak di Kamboja, Minta Bantuan Dipulangkan
Tanda-Tanda Telur Rebus Sudah Tidak Layak Konsumsi
Sebelum dikonsumsi, penting untuk mengenali ciri-ciri telur rebus yang sudah basi, di antaranya:
- Bau menyengat
Telur basi biasanya mengeluarkan aroma busuk khas seperti belerang, bahkan sebelum cangkang dibuka.
- Perubahan tekstur
Putih telur yang semula padat dapat berubah menjadi berlendir, licin, atau berair.
BACA JUGA:Geger! CCTV Rekam Aksi yang Tewaskan Pendi di Lubuklinggau
- Perubahan warna kuning telur
Kuning telur segar berwarna cerah. Jika berubah menjadi gelap, keabu-abuan, atau muncul bercak, sebaiknya tidak dikonsumsi.
- Muncul jamur