Tebing Sungai Musi Longsor, Warung Ambruk dan Lima Rumah Warga Terancam

Senin 18-05-2026,08:39 WIB
Reporter : Shinta Triana Dewi
Editor : Shinta Triana Dewi

SILAMPARITV.CO.ID - Bencana longsor terjadi di bantaran Sungai Musi, tepatnya di Jalan Laskar Jimbun LK III atau Jalan Laut, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan satu unit warung ambruk dan mengancam lima rumah warga yang berada di sekitar lokasi.

BACA JUGA:Warga Sukakarya Diterkam Beruang Liar Saat Menyadap Karet

BACA JUGA:Diduga Tersinggung Status Media Sosial, Pria di Pagar Alam Diamankan Polisi atas Kasus KDRT Maut

Kepala Pelaksana BPBD Musi Banyuasin, Marko Susanto, mengatakan longsor dipicu abrasi Sungai Musi yang mengikis tebing sungai hingga menyebabkan tanah di sekitar badan jalan runtuh. Setelah menerima laporan warga, tim BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat.

“Longsor terjadi akibat erosi tebing Sungai Musi. Ada satu warung yang rusak berat karena berada di bantaran sungai dan lima rumah warga kini terancam longsor,” ujarnya.

BACA JUGA:Perkuat Sinergi Desa Binaan, Lapas Narkotika Muara Beliti Kunjungi Kantor Desa Muara Beliti Baru

BACA JUGA:Dramatis! Pelaku Penembakan Polisi di Bandar Lampung Dilumpuhkan Petugas

Selain merusak bangunan, longsor juga mengakibatkan akses jalan aspal mengalami amblas. BPBD mencatat lebar longsor mencapai sekitar tiga meter dari tepian sungai dengan panjang area terdampak di badan jalan sekitar 60 meter.

Saat ini jarak antara titik longsor dan rumah warga hanya tersisa sekitar dua meter sehingga dikhawatirkan longsor susulan dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat hujan deras atau debit air Sungai Musi meningkat.

BACA JUGA:Samsung Resmi Luncurkan TV AI Vision Terbaru di Indonesia, Hadirkan Teknologi Micro RGB Pertama di Dunia

BACA JUGA:Garuda Baru Indonesia Juara Street Child World Cup 2026 di Meksiko

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat enam kepala keluarga dengan total 25 jiwa yang terdampak dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian akibat warung yang ambruk diperkirakan mencapai Rp15 juta.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kondisi tanah masih labil dan berpotensi mengalami longsor susulan,” kata Marko.

BACA JUGA:Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Simbol Perjuangan Buruh Indonesia

BACA JUGA:Kemenparekraf Dorong Perluasan Pasar Fotografi Indonesia, Fokus Penguatan Talenta dan Perlindungan Karya

Kategori :