Untuk tahun 2026, pemerintah berencana kembali mengajukan program insentif tersebut.
BACA JUGA:Mulai Agustus 2026, WNA yang Ingin Jadi WNI Lewat Naturalisasi Dikenai Biaya hingga Rp75 Juta
Penjualan Motor Listrik Ikut Terpengaruh
Ketidakpastian mengenai subsidi motor listrik turut memberikan dampak terhadap pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Sebagian konsumen disebut masih menunggu kepastian program bantuan pemerintah sebelum membeli motor listrik, mengingat harga kendaraan listrik masih dianggap cukup tinggi dibandingkan motor konvensional.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), penjualan motor listrik pada kuartal pertama 2025 mengalami penurunan sekitar 30 hingga 40 persen.
Penurunan tersebut menunjukkan bahwa insentif pemerintah masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli kendaraan listrik.
Industri Berharap Ada Kepastian Kebijakan
Pelaku industri berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait kelanjutan subsidi motor listrik agar pasar kendaraan listrik dapat kembali berkembang.
Dengan adanya kebijakan yang jelas, produsen dapat menyusun strategi produksi dan pemasaran, sementara konsumen mendapatkan kepastian dalam mengambil keputusan pembelian.
Selain membantu masyarakat mendapatkan kendaraan yang lebih hemat energi, program subsidi juga dinilai dapat mempercepat target penggunaan kendaraan listrik serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
BACA JUGA:Pemkab Jember Siapkan Program Homecare, Warga Rentan Bisa Dapat Layanan Dokter Langsung ke Rumah
Polytron Tetap Optimistis dengan Motor Listrik Lokal
Meski program subsidi belum memiliki kepastian, Polytron tetap optimistis terhadap perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.