Dengan tingkat curah hujan yang lebat ini dapat memicu bencana hidrometeorologi lainnya, seperti banjir bandang dan tanah longsor.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk selalu waspada terlebih mereka yang tinggal di daerah perbukitan.
"Untuk itu, kepada masyarakat yang tinggal didaerah perbukitan yang rawan longsor, kami juga mengimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati," harap Dwikorita.
Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani juga mengungkapkan bahwa pancaroba ini akan menimbulkan potensi peningkatan terjadinya angin puting beliung.
BACA JUGA:Buka Formasi Hingga 483.575 untuk Seleksi CPNS 2024, Ini dia Syarat-syaratnya!
Sehingga, masyarakat diharap lebih waspada serta memantau informasi dan Peringatan Dini Cuaca yang dikeluarkan oleh otoritas resmi BMKG.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto pun juga menjelaskan terkait penyebab hujan kilat dan angin kencang meningkat di wilayah Indonesia, yaitu:
1. Adanya aktivitas monsun Asia yang masih dominan.
2. Adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) pada kuadran 3 (Samudra Hindia bagian timur) yang diprediksi masuk wilayah Pesisir Barat Indonesia dalam beberapa pekan ke depan.
BACA JUGA:Peluang CPNS 2024 untuk Lulusan SMA/SMK, Berikut Cara Daftar dan Jadwal Lengkapnya!
3. Adanya aktivitas gelombang atmosfer di sekitar Indonesia bagian Selatan, Tengah, dan Timur.
4. Terjadinya pembentukan pola belokan dan pertemuan angin yang memanjang di Indonesia Bagian Tengah dan Selatan.
"Untuk semua fenomena atmosfer terlibat terhadap terjadinya fenomena cuaca ekstrem di berbagai wilayah di Indonesia," tambahnya.