Psikolog Ingatkan Cara Sehat Menyikapi Perilaku “Flexing”, Terutama Saat Kumpul Keluarga Lebaran
Psikolog Ingatkan Cara Sehat Menyikapi Perilaku “Flexing”, Terutama Saat Kumpul Keluarga Lebaran--Net
Lebih lanjut, Phoebe menilai bahwa flexing juga dapat menjadi bentuk kompensasi dari rasa tidak aman atau ketakutan dianggap gagal oleh lingkungan sosial.
Dalam beberapa kasus, dorongan ini bahkan membuat seseorang melakukan berbagai cara untuk terlihat sukses, misalnya dengan menyewa barang mewah demi mendapatkan penilaian positif dari orang lain.
BACA JUGA:BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Selama Libur Lebaran 2026
Menurutnya, perilaku ini kerap dipengaruhi oleh beberapa faktor psikologis, seperti:
- Tekanan sosial dalam keluarga
- Perasaan fear of missing out (FOMO)
- Harga diri yang belum stabil
Di era modern yang sangat menekankan citra diri, penampilan eksternal sering kali dianggap lebih penting dibandingkan keaslian. Akibatnya, sebagian individu rela melakukan berbagai cara untuk memenuhi ekspektasi sosial tersebut.
BACA JUGA:Sambut Idul Fitri 1447 H, Lapas Narkotika Muara Beliti Berikan Pembekalan kepada Peserta Magang
BACA JUGA:Resep Menu Lebaran Lezat! Bakso Urat Kuah Ketumbar yang Gurih dan Segar
Cara Menghadapinya Secara Sehat
Phoebe menyarankan agar masyarakat tetap berpegang pada nilai dan standar pribadi ketika menghadapi perilaku flexing dari orang lain. Jika interaksi tersebut mulai terasa melelahkan, menjaga jarak emosional juga dapat menjadi pilihan yang sehat.
BACA JUGA:MK Perintahkan Revisi UU Pensiun Pejabat Negara, Skema Seumur Hidup Berpotensi Dihapus
Di sisi lain, mengembangkan rasa empati juga penting karena perilaku tersebut bisa jadi merupakan cara seseorang mencari pengakuan atau penghargaan dari lingkungan.
Agar momen berkumpul seperti Lebaran terasa lebih bermakna, ia menyarankan keluarga mengarahkan percakapan pada hal-hal yang memperkuat hubungan emosional.
BACA JUGA:Novel “Gadis Kretek” Terbit dalam Bahasa Korea, Perkuat Pertukaran Budaya Indonesia–Korea
Misalnya dengan:
- Berbagi pengalaman hidup dan pelajaran yang didapat
- Mengenang kembali kenangan keluarga
- Saling memberikan apresiasi secara tulus
Selain itu, membicarakan harapan di masa depan atau menanyakan kondisi emosional satu sama lain dapat membuka ruang percakapan yang lebih hangat dan mendalam.
Sumber: