Permintaan Uang Aborsi Berujung Maut, Siswi SMP Tewas di Simalungun
Permintaan Uang Aborsi Berujung Maut, Siswi SMP Tewas di Simalungun--ist
Identitas Korban Terungkap
Sekitar pukul 17.00 WIB, pihak keluarga datang ke lokasi dan memastikan bahwa korban adalah ZR, siswi kelas IX SMP Negeri 2 Tapian Dolok. Suasana haru dan histeris sempat menyelimuti lokasi saat keluarga mengetahui kejadian tersebut.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk dilakukan visum luar dan dalam guna kepentingan penyelidikan.
BACA JUGA:Saat Gencatan Senjata Tak Bermakna, Bom Israel Terus Menghantam Gaza
BACA JUGA:Polri Hadir untuk Warga Terdampak, Servis dan Cuci Motor Gratis Digelar di Sumatera
Pelaku Ditangkap Kurang dari 4 Jam
Sementara proses visum berlangsung, tim Jatanras Polres Simalungun yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Herison Manullang bergerak cepat mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri jejak pelaku.
Hasil penyelidikan mengarah kepada AH (15), yang diketahui merupakan pacar korban. Pelaku akhirnya ditangkap sekitar pukul 19.30 WIB di rumah kerabatnya di Huta Pondok Burian, Nagori Nagur Usang.
“Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. Saat ini sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap AKP Herison Manullang.
BACA JUGA:Heboh! Ular Kobra Panjang 2 Meter Masuk Rumah Petugas Damkar di Lubuklinggau
BACA JUGA:Pelarian Berakhir! Pencuri Kabel Trafo PLN di Musi Rawas Dibekuk Saat Mau Kabur ke Batam
Motif Diduga Masalah Pribadi
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Motif pembunuhan diduga berkaitan dengan permintaan korban agar pelaku memberikan uang untuk membeli obat aborsi karena korban disebut tengah mengandung.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses penyidikan dilakukan sesuai prosedur hukum, termasuk pemeriksaan saksi, pengamanan barang bukti, serta pendampingan khusus mengingat pelaku masih di bawah umur.
“Kasus ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak tentang pentingnya pengawasan orang tua, lingkungan, dan pendidikan karakter bagi remaja,” tutup AKP Verry Purba.
Sumber: