Pelajar Jadi Sasaran Begal di Kepahiang, Modus Lempar Bambu Terungkap
Pelajar Jadi Sasaran Begal di Kepahiang, Modus Lempar Bambu Terungkap--ist
SILAMPARITV.CO.ID - Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Dua pelajar menjadi korban pembegalan saat melintas di jalan Desa Pagar Agung, Kecamatan Bermani Ilir, Rabu (15/4/2026).
BACA JUGA:Cukup 20 Menit di Pagi Hari, Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Tingkatkan Kesehatan Fisik dan Mental
BACA JUGA:Teror Beruang di Hutan OKU, Petani Jadi Korban Saat Menyadap Karet
Peristiwa bermula ketika kedua korban yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio M3 melintasi jalan yang relatif sepi. Tanpa diduga, pelaku melancarkan aksinya dengan cara yang cukup nekat.
Saat korban melaju, tiba-tiba sebuah bambu dilempar ke arah mereka. Lemparan tersebut membuat korban terkejut hingga kehilangan kendali dan akhirnya terjatuh dari sepeda motor.
BACA JUGA:Batuk Tak Kunjung Sembuh? Kenali Perbedaan Batuk Alergi dan Infeksi Virus
BACA JUGA:Fenomena Cancel Culture: Antara Kritik Sosial dan Penghakiman Massal di Era Digital
Dalam kondisi panik dan tidak berdaya, seorang pria yang diduga pelaku langsung menghampiri korban. Pelaku membawa senjata tajam jenis parang dan mengancam korban untuk menyerahkan barang berharga yang mereka miliki.
Karena merasa terancam, kedua pelajar tersebut terpaksa menyerahkan sepeda motor serta barang berharga lainnya kepada pelaku. Setelah berhasil menguasai barang korban, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
BACA JUGA:Roblox Perketat Keamanan Anak, Hadirkan Akun Khusus dengan Verifikasi Wajah & Izin Orangtua
BACA JUGA:Polisi Tingkatkan Patroli Intensif, Tekan Aksi Begal dan Jambret di Musi Rawas
Usai kejadian, korban segera melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda melalui Kapolsek Bermani Ilir Iptu Adi Saputra membenarkan adanya laporan pembegalan tersebut.
“Iya benar, kejadiannya di Desa Pagar Agung, dan laporannya sudah kami terima,” ujar Iptu Adi.
Sumber: