Olahraga Dini Hari Saat Puasa: Solusi Praktis atau Risiko Kelelahan? Begini Saran Dokter

Olahraga Dini Hari Saat Puasa: Solusi Praktis atau Risiko Kelelahan? Begini Saran Dokter

Olahraga Dini Hari Saat Puasa: Solusi Praktis atau Risiko Kelelahan? Begini Saran Dokter--ist

BACA JUGA:Bangun SDM Unggul, Lapas Narkotika Muara Beliti Laksanakan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas

BACA JUGA:Rasakan Sensasi Berbuka Puasa yang Berbeda di WE HOTEL Lubuklinggau

Atur Intensitas dan Durasi Latihan

Agar tetap aman, dr. Risky menyarankan agar intensitas olahraga disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Salah satu cara sederhana untuk mengukur intensitas adalah dengan metode talk test—yakni memastikan seseorang masih bisa berbicara saat berolahraga tanpa terengah-engah.

Durasi latihan pun sebaiknya tidak berlebihan. Waktu 30 hingga 60 menit dinilai cukup untuk menjaga kebugaran tanpa menguras energi secara berlebihan. Latihan yang terlalu lama berpotensi membuat tubuh kehilangan banyak tenaga sebelum aktivitas harian dimulai.

BACA JUGA:Isu Perselingkuhan Pejabat Eks-Camat dan Guru PPPK Mengemuka di Bengkulu

BACA JUGA:Dari Balik Jeruji, Lahir Tas Kreatif Karya Warga Binaan

Perhatikan Asupan Nutrisi Saat Sahur

Salah satu keuntungan olahraga sebelum sahur adalah tubuh dapat segera memperoleh asupan nutrisi setelah latihan. Konsumsi karbohidrat kompleks membantu mengembalikan cadangan energi, sementara protein berperan dalam memperbaiki jaringan otot.

Kebutuhan cairan juga harus dipenuhi untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa. Menu sahur sebaiknya tetap seimbang dan tidak berlebihan agar tubuh tetap terasa ringan sepanjang hari.

BACA JUGA:Dari Facebook ke Pelaminan, Bule Turki Resmi Nikahi Gadis Lubuklinggau

BACA JUGA:Breaking News: Warga Komplek Bersama Permai Tanah Periuk Lubuklinggau Temukan Jenazah di Dalam Rumah

Kenali Batas Kemampuan Tubuh

Dr. Risky mengingatkan pentingnya memperhatikan sinyal dari tubuh. Jika setelah berolahraga seseorang merasa sangat lelah, pusing, atau sulit berkonsentrasi, jadwal dan pola latihan perlu dievaluasi kembali.

Setiap orang memiliki batas kemampuan fisik yang berbeda. Oleh karena itu, penyesuaian jadwal olahraga dengan kondisi tubuh menjadi kunci agar puasa tetap berjalan lancar tanpa mengganggu kesehatan.

Sumber: