Munculnya Wabah Penyakit Scabies Beri Ancaman Kesehatan Masyarakat

Munculnya Wabah Penyakit Scabies Beri Ancaman Kesehatan Masyarakat

Ilustrasi scabies--

SILAMPARITV.CO.ID - Sebuah kegelisahan merayap di antara masyarakat sejak munculnya laporan-laporan yang mengindikasikan peningkatan kasus penyakit scabies di beberapa wilayah. Scabies, atau yang dikenal juga dengan sebutan kudis, merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau kecil bernama Sarcoptes scabiei. Meskipun bukan penyakit baru, peningkatan jumlah kasus yang signifikan memunculkan kekhawatiran akan potensi krisis kesehatan masyarakat.

Scabies adalah penyakit menular yang ditandai oleh ruam kulit yang sangat gatal. Tungau Scabies bertelur di bawah permukaan kulit dan menyebabkan reaksi alergi yang menghasilkan gatal yang parah, terutama pada malam hari. Penularan penyakit ini terjadi melalui kontak kulit dengan individu yang terinfeksi, baik melalui kontak langsung maupun melalui benda yang terkontaminasi.

BACA JUGA:PLN UID S2JB Optimalkan Pelayanan SPKLU Selama Siaga Idul Fitri 1445H

Penyebab utama scabies adalah infestasi oleh tungau scabies yang menetap di bawah permukaan kulit manusia. Gejala umumnya termasuk ruam kecil berwarna merah muda atau kecoklatan, yang sering kali terjadi di antara jari-jari, pergelangan tangan, siku, pangkal paha, dan area genital. Gatal yang sangat intens adalah ciri khas dari penyakit ini dan dapat mempengaruhi tidur dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Scabies dapat menyebar dengan cepat dalam kelompok-kelompok yang tinggal bersama atau dalam fasilitas yang padat seperti panti jompo, penjara, dan asrama. Faktor-faktor seperti kontak kulit yang dekat, kondisi kebersihan yang buruk, dan kerentanan imun dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi scabies.

BACA JUGA:Mudik Pakai Mobil Listrik dari Bintaro ke Bengkulu, Begini Kata Irfansyah yang Tiba di SPKLU PLN UP3 Bengkulu

Penyakit ini sering kali sulit untuk didiagnosis karena gejalanya mirip dengan penyakit kulit lainnya. Selain itu, penularan yang cepat dan kemampuan tungau untuk bertahan hidup di luar tubuh manusia selama beberapa hari mempersulit upaya pencegahan dan pengendalian. Pengobatan biasanya melibatkan penggunaan salep atau krim yang mengandung bahan aktif seperti permetrin atau ivermectin.

Meningkatnya kesadaran akan pentingnya penanganan scabies telah mendorong respons dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan organisasi kesehatan masyarakat. Program-program pencegahan dan pengobatan massal telah diluncurkan di beberapa wilayah yang terdampak, dengan fokus pada pendidikan masyarakat tentang tanda dan gejala scabies, pentingnya kebersihan, serta aksesibilitas terhadap layanan kesehatan.

BACA JUGA:Pemandian Air Panas Suban, Oase Relaksasi di Curup Selama Liburan Lebaran 2024

Tak hanya mengancam kesehatan fisik, scabies juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Individu yang terinfeksi sering kali mengalami stigmatisasi sosial dan kesulitan dalam interaksi sosial, terutama karena gatal yang menyakitkan dan ruam yang terlihat. Di sisi ekonomi, biaya pengobatan dan absensi kerja akibat penyakit ini dapat menyebabkan tekanan finansial yang berat bagi individu dan keluarga.

Pencegahan scabies melibatkan langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan, menghindari kontak kulit yang dekat dengan individu yang terinfeksi, serta mencuci pakaian dan linen secara teratur dengan air panas. Pendidikan masyarakat tentang pentingnya pencegahan, pengenalan gejala, dan akses terhadap perawatan medis yang tepat juga merupakan langkah penting dalam mengendalikan penyebaran penyakit ini.

BACA JUGA:Tradisi Rakik-rakik sangat Unik di Maninjau dalam Memeriahkan Momen Lebaran

Scabies merupakan penyakit kulit yang menular dan menyebabkan gatal yang parah, dengan potensi untuk menyebabkan krisis kesehatan masyarakat jika tidak ditangani dengan serius. Upaya pencegahan dan pengobatan yang tepat diperlukan untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini dan melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Dengan kesadaran yang lebih besar, kerjasama antara pemerintah, organisasi kesehatan, dan masyarakat adalah kunci untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh scabies.

Sumber: